ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 06:05 WIB

Mau Dapat Untung dari Kemacetan Jakarta? Begini Caranya (1)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Bagi warga Jakarta, kemacetan merupakan makanan sehari-hari. Hampir dari setiap kita pasti pernah mengalami yang kemacetan.

Yang membuat sebal dan dongkol kerap kali kemacetan memakan waktu hingga berjam-jam hanya untuk menempuh jarak beberapa kilometer. Kita sudah rugi waktu, rugi bahan bakar juga, termasuk rugi karena hati yang kesal bukan main.

Kemacetan di Jakarta khususnya yang mengarah ke Bekasi tidak dapat dipungkiri semua berawal dari sejak dibangunnya LRT per September 2015. Semua merasakan dampaknya, tidak hanya warga Bekasi tapi juga Jakarta.

Tidak berhenti sampai di LRT, adapula pembangunan MRT dan Tol Layang Cikampek yang menambah kemacetan. Sejumlah proyek infrastruktur digeber dalam waktu yang hampir bersamaan seakan membuat kota Jakarta semakin tidak ada ruang untuk bergerak.

Dengan populasi kendaraan saat ini mencapai 17 juta dan pertumbuhan kendaraan 6 ribu unit per hari jika didiamkan Jakarta akan mengalami puncak kemacetan pada 2022. Sebab itu, perlu keberanian untuk segera membangun jalur transportasi massal.

Tanpa transportasi massal, sebanyak apa pun pembangunan jalan, kemacetan tak akan terurai. Ditambah lagi dengan adanya fenomena ojek online yang bertumbuh dengan pesat dalam 3 tahun terakhir dan bisa menjadi alternatif bagi warga Jakarta yang ingin bergerak dengan cepat.

Hingga membeli makanan dan kebutuhan pun dapat terpenuhi dengan aplikasi ojek online ini. Tapi bagaimana buat kita yang mau gak mau harus melewati jam macet dan jalur macet karena pembangunan LRT dan MRT? Cara paling bijak adalah menikmati kemacetan tersebut.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com