Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Des 2019 06:24 WIB

Uang dan Pernikahan (1)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir saya cukup terkaget-kaget melihat generasi milenial yang memutuskan untuk menikah di usia yang relatif muda bagi wanitanya (di bawah 25 tahun).

Bahkan saya temui beberapa yang menikah di usia 20, 21 dan 22 di saat mereka masih menempuh pendidikan lanjutan (saat menjadi mahasiswi di universitas). Fenomena apakah ini?

Well, apapun yang terjadi saya ingin menyoroti betapa pentingnya komunikasi tentang keuangan menjelang dilaksanakannya pernikahan. Mengapa demikian?

Karena faktanya mengatakan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya perceraian adalah karena urusan ekonomi. Itulah sebabnya membicarakan tentang keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum melanjutkan hubungan kamu ke jenjang pernikahan.

Pertanyaannya adalah kapan waktu yang tepat untuk memulai pembicaraan tersebut?

Ngomongin urusan duit di saat baru kenal atau baru mulai dating sudah pasti adalah hal yang tabu. Bahkan kamu bisa dicap sebagai cewek/cowok matre. Lalu kapan dong waktu yang tepat?

Apabila kamu menjalani hubungan yang serius dengan seseorang maka dalam waktu 6 bulan kamu sudah mulai bisa menyinggung tentang keuangan dalam rumah tangga nanti.

Di Indonesia, terutama di Jakarta, merencanakan pernikahan sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang, terutama bila kamu ingin mengadakan pesta atau resepsi di gedung tempat resepsi yang kamu inginkan.

Kamu butuh waktu sekurang-kurangnya 6-12 bulan untuk melakukan persiapan terutama booking gedung. Nah, ketika melakukan perencanaan ini pun kamu sudah bisa mulai melakukan percakapan tentang keuangan dengan pasangan kamu.

Maksud dan tujuannya adalah agar tidak ada kesalahpahaman yang menyebabkan keributan di kemudian hari tentang masalah keuangan.

Hal ini juga penting untuk dibicarakan apabila masing-masing pihak (laki dan perempuan) sama-sama bekerja atau mempunyai penghasilan (bisa rutin atau tidak rutin). Mengapa demikian?

Karena masing-masing pihak pasti sudah mempunyai pos-pos pengeluaran yang selama ini sudah mereka lakukan sendiri. Ketika terjadi pernikahan maka akan ada pos-pos pengeluaran yang mungkin saja bisa disatukan dan tidak bisa disatukan.

Ketika terjadi pernikahan juga mungkin saja ada pos-pos pengeluaran yang bisa dihilangkan (karena penyatuan pengeluaran tersebut) atau ada pos yang tidak bisa dihilangkan sama sekali.

Pasangan pengantin baru sering ribut masalah keuangan karena tidak pernah dibicarakan dan masing-masing pihak seperti main tebak-tebakan. Akhirnya yang terjadi adalah masing-masing pihak mempunyai ekspektasi yang berbeda-beda dan ketika ekspektasi tersebut tidak terpenuhi dan tidak sesuai harapan maka di situlah asal muasal pangkal keributan keuangan didalam rumah tangga.

Membicarakan tentang keuangan dengan calon pasangan secara intens juga bisa memberikan gambaran kepada kamu tentang bagaimana penilaian calon pasangan hidup kamu tentang keuangan dan uang.

Salah satu associates saya selalu mencoba melihat reaksi calon pasangannya ketika membicarakan tentang uang dan menyodorkan draft pernjanjian pra-nikah.

Nah, sebelum kamu membicarakan tentang keuangan kepada calon pasangan hidup kamu ada baiknya kamu pun memperbaiki terlebih dahulu kondisi keuangan kamu agar terlihat lebih rapi ketika kamu membicarakannya dengan calon pasangan hidup kamu.

Buatlah pelaporan dan pencatatan keuangan dan pengeluaran kamu dengan baik dan benar. Syukur-syukur bila kamu sendiri sudah punya rencana keuangan masa depan dan perhitungannya.

Rencana keuangan yang kamu miliki dan buat sekarang di saat masih single tentu nanti akan berubah karena melibatkan pasangan hidup kamu, jadi sebaiknya kamu fleksibel.

Untuk membantu membuat catatan keuangan kamu bisa melakukan secara manual dengan menunggakan kertas dan buku, atau dicatat di computer kamu dengan menggunakan word dan excel. Atau yang terbaru kamu bisa menggunakan aplikasi yang sekarang banyak ditawarkan di masyarakat.

Salah satu aplikasi yang mudah untuk digunakan dan gratis bisa diunduh di sini.

Selain mencatat anda juga penting untuk berinvestasi dan berasuransi. Permasalahan dengan investasi masih banyak orang yang awam. Sementara untuk berasuransi banyak masyarakat yang enggan karena takut dikejar-kejar oleh agen, padahal mereka baru hanya mau tahu berapa besar sih premi yang mereka harus bayarkan.Nah, untuk hal ini ada solusinya, anda bisa cek premi asuransi tanpa takut dikejar-kejar agen melalui aplikasi yang bisa diunduh di sini.

Selain itu anda juga bisa belajar dengan mengikuti kelas dan workshop tentang keuangan, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau anda bisa cek di sini.

Kembali ke materi diskusi tentang keuangan dengan calon pasangan hidup kamu, pertanyaan dan topik apa sih seputar keuangan yang sebaiknya kamu diskusikan? Akan kita bahas di artikel berikutnya.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Simak Video "Tips Merdeka Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com