Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Des 2019 16:02 WIB

Tips Anti Bokek Liburan Natal dan Tahun Baru

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Ilustrasi liburan (Thinkstock) Foto: Ilustrasi liburan (Thinkstock)
Jakarta - Perayaan Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 kian mendekat. Libur panjang pun sudah di depan mata. Tentunya, waktu-waktu tersebut dijadikan kesempatan bagi untuk berlibur panjang. Nah, bagaimana sih cara untuk mengatur pengeluaran ketika berlibur?

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan ketika hendak berlibur di akhir tahun ini adalah menetapkan destinasi.

"Pertama ya harus tahu dulu mau ke mana, tetapkan destinasinya. Kecuali, buat orang-orang yang memang menargetkan untuk mudik. Biasanya bagi yang merayakan natal punya kewajiban untuk pulang kampung," kata Andy kepada detikcom, Minggu (22/12/2019).


Kedua, buat anggaran untuk liburan itu. Andy menuturkan, membuat anggaran adalah hal yang wajib dalam mengatur keuangan ketika berlibur.

"Kalau memang sudah direncanakan untuk liburan, memang seharusnya kita bisa budgeting terlebih dahulu. Dan memang sesuai dengan destinasi atau tujuan yang ingin kita capai," jelas Andy.

Ia menjelaskan, ketika sudah membuat anggaran, biaya transportasi dan akomodasi adalah dua komponen dalam perencanaan yang sudah bisa diprediksi. Sehingga, akan semakin mudah menetapkan biaya yang dibutuhkan untuk berlibur.

"Misalnya kita mau ke Singapura, atau Wakatobi, itu sudah bisa, dan referensinya banyak banget. Untuk biaya transport berapa, harga tiket, kalau pun meleset itu batas atasnya berapa," imbuh dia.


Namun, yang sulit untuk diprediksi adalah pengeluaran untuk makan sehari-hari ketika liburan, dan juga berbelanja.

"Tapi kan untuk makan, untuk belanja itu yang biasanya kita kemudian bikin jebol di situ. Ternyata barangnya di sana bagus-bagus, belanjanya jadi kalap. Itu yang bikin jebol di situ," paparnya.

Sehingga, Andy menyarankan menetapkan juga anggaran berbelanja ketika liburan. Untuk mudahnya, pisahkan dengan hitungan persentase dari biaya yang dimiliki untuk berlibur.

"Saya punya budget total misalnya Rp 5 juta. Untuk transport sama akomodasi Rp 2,5 juta. Berarti saya punya 2,5 lg untuk makan dan belanja. Dan makan sebenarnya juga kurang lebih kita bisa prediksi dengan beragam review di internet. MIsalnya selama tiga hari saya di Singapura makannya bisa habis kurang lebih Rp 1 juta. Berarti masih ada Rp 1,5 juta lagi yang bisa kita gunakan untuk belanja. Kita harus disiplin bahwasannya budget kita untuk belanja ketika liburan ya itu tadi," tegas Andy.

Simak Video "Alasan Ruben Onsu Pilih Private Tur Ketimbang Tur Liburan dari Endorse"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com