Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Des 2019 16:30 WIB

Ingat! Liburan Pakai Utang Itu Bahaya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kesempatan untuk berlibur panjang di akhir tahun kadang kala menjadi kesempatan yang tak bolen dilewatkan. Sayangnya di akhir tahun yang merupakan peak season membuat harga tiket pesawat, kereta, bus, kapal, lalu penginapan seperti hotel, villa, dan sebagainya pun ikut melonjak. Sering kali anggaran untuk libur di akhir tahun membengkak karena fenomena tersebut.

Lalu, bagaimana jika anggaran untuk berlibur di akhir tahun terbatas? Apakah berutang baik lewat kerabat, kartu kredit, maupun pinjaman online bisa jadi solusi untuk mencukupi dana liburan?

Menjawab pertanyaan itu, Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menegaskan bahwa berutang untuk berlibur sangat tak disarankan. Terutama cara berutang melalui pinjaman online (pinjol) yang kini marak ditawarkan oleh start up fintech peer to peer (P2P) lending.

"P2P untuk tenornya relatif cepat dan bunganya sangat tinggi. Jadi saya sangat tidak menyarankan," tegas Andy kepada detikcom, Minggu (22/12/2019).


Selain itu, Andy juga menyarankan agar tak menggunakan kartu kredit perbankan dalam transaksi ketika berlibur, terutama bagi masyarakat Indonesia yang berlibur ke luar negeri.

"Saya juga menyarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit apabila kita jalan-jalan. Itu salah satu yang bikin jebol di situ," imbuh dia.

Andy menjelaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah dengan mata uang negara yang jadi destinasi berlibur berpotensi membuat anggaran membengkak ketika berlibur.

"Dengan pakai CC kita lupa sebenarnya kita sudah belanja berapa. Apa lagi di luar negeri kita mesti ngitung lagi pakai kursnya, kadang ribet dan malas saja. Sehingga dengan enak gesek sana dan sini. Pertama untuk menghindari kurs yang kita nggak tahu hari ini kursnya berapa. Sudah gitu bisa saja menggunakan kartu kredit hari ini, tapi diproses sama bank-nya tiga hari kemudian, ketika kurs sudah beda lagi," papar Andy.


Akan tetapi, Andy menyadari bahwa banyak orang yang memang wajib untuk mudik di libur Natal dan Tahun Baru ini demi merayakan hari besar bersama keluarga. Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati jika memang terpaksa meminjam uang untuk mudik ke pinjol.

"Ya apa boleh buat, tapi kalau memang mau pinjam harus ingat bahwa konsekuensinya tenornya cepat, rata-rata satu bulan, dan itu untuk bunganya juga relatif lebih besar," imbuh dia.

Simak Video "Musim Liburan Tiba, Antrean Dufan Membeludak"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com