Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Des 2019 18:00 WIB

Waspada Godaan Diskon Dompet Digital di Akhir Tahun

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Memasuki libur panjang jelang perayaan Hari Natal 2019 dan tahun baru 2020, diskon-diskon menggiurkan yang ditawarkan dompet digital kian merajalela. Mulai dari potongan belanja, cashback, buy 1 get 1, dan sebagainya selalu menghiasi papan promosi dompet-dompet digital ternama di Indonesia.

Lantas, apakah ini waktu yang tepat untuk berbelanja dalam menghabiskan libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru)?

Menjawab pertanyaan di atas, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menuturkan, diskon dompet digital yang marak di libur Nataru ini bisa dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Pembelian-pembelian itu harus kita lakukan, ya pastikan memang itu penting untuk kebutuhan sehari-hari dan sudah dianggarkan," kata Andy kepada detikcom, Minggu (22/12/2019).


Begitu juga dengan sejumlah layanan dompet digital yang kini bekerja sama dengan e-commerce di Indonesia. Menurutnya, dengan penghematan yang diperoleh ketika berbelanja di e-commerce menggunakan dompet digital, maka masyarakat boleh saja memanfaatkan penawaran tersebut.

"Contoh misalnya beli diapers untuk anak, atau belanja flash sale di e-commerce itu kan ada sembako, ada flash sale itu nggak apa-apa manfaatkan saja selama kita sudah anggarkan untuk itu. Ada harga lebih murah, bahkan ada yang bebas ongkir (ongkos kirim) ya kenapa kita nggak manfaatkan," jelas Andy.

Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan masyarakat ketika berburu promosi dalam memenuhi kebutuhan. Andy mengatakan, ketika seseorang berbelanja dengan memanfaatkan diskon, maka akan ada dana yang tersisa dari yang sudah dianggarkan. Sering kali, sisa anggaran itu digunakan untuk berbelanja lebih banyak lagi. Kesempatan berbelanja lebih banyak itu yang bisa menciptakan rasa candu.

"Tapi, ketika sudah membeli satu, melihat yang lain misalnya sejenis hanya beda warna jadi tergiur, kita akan jadi addict. Walaupun sebenarnya dengan kondisi budget kita beli satu saja sudah cukup. Lebih menghemat dengan memaksimalkan apa yang kita punya. Jadi kalau memang butuh dan mesti kita penuhi mendadak ya silakan saja, tapi kalau kemudian itu menciptakan addict itu yang kurang baik," paparnya.


Secara keseluruhan, Andy mengatakan bahwa kemunculan sederet dompet digital yang membawa promosi menggiurkan ini memang meningkatkan perilaku konsumtif masyarakat.

"Kalau berpengaruh atau tidak, menurut saya berpengaruh. Karena dengan banyak promo atau kemudahan, bisa memicu kita untuk belanja banyak," tutup Andy.

Simak Video "Kemen-PAN RB dan Komisi II Sepakat Hapus Tenaga Honorer"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com