Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 11 Jan 2020 15:15 WIB

Tips Bebas dari Jerat Utang di 2020

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Resolusi keuangan tahun 2020 tak hanya dari sisi investasi. Membebaskan diri dari utang juga bisa jadi rencana yang baik demi mencapai kemerdekaan di sisi keuangan.

Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya menjelaskan untuk memeriksa kesehatan keuangan bisa diawali dengan merekapitulasi utang.

"Pisahkan utang produktif dan utang konsumtif. Fokuskan terlebih dahulu untuk membebaskan diri dari utang konsumtif," kata Ivan dalam siaran pers, Sabtu (11/1/2019).

Dia menjelaskan utang konsumtif ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk belanja yang sifatnya impulsif seperti berlibur, nonton konser, ganti gadget terbaru.

Utang konsumtif biasanya didapat dari kartu kredit, kredit tanpa agunan, dan paylater seperti tren yang ada akhir-akhir ini.

"Karena biasanya utang yang berasal dari channel tersebut memiliki tingkat bunga pinjaman yang lebih besar dan tidak menambah jumlah aset anda," jelas dia.



Kemudian untuk utang produktif adalah utang yang dapat membuat menjadi lebih produktif atau menambah aset atau penghasilan. Yang termasuk dalam utang produktif ini adalah kredit kepemilikan rumah atau apartemen, kredit kepemilikan kendaraan di mana kendaraan tersebut digunakan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, dan juga kredit modal usaha.

"Setelah anda mengetahui jumlah utang konsumtif, urutkan dari utang yang memiliki bunga tertinggi dilanjutkan dengan utang yang memiliki jatuh tempo yang panjang, karena semakin besar bunga dan semakin panjang waktu jatuh tempo utang akan menggerus penghasilan dan aset anda," jelas dia.

Setelah itu bisa mulai mengatur rasio pembayaran cicilan utang. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu arus kas rutin. Dia menyebut total jumlah cicilan utang tidak boleh melebihi 30% penghasilan bersih setiap bulan.

Langkah selanjutnya adalah agar terhindar dari utang konsumtif, mulailah untuk melakukan evaluasi kepemilikan kartu kredit.

Yakni dengan menyortir kartu kredit dengan bunga yang tinggi dan iuran tahunan yang paling besar.

"Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka anda bisa menyisihkan 10% dari penghasilan setiap bulan untuk dana darurat," jelas dia.

Dana darurat ini nantinya bisa digunakan untuk kondisi yang tidak terduga. Nominal yang harus dikumpulkan adalah minimum 6 kali pengeluaran bulanan pada tahun ini.

Reksa dana bisa jadi salah satu pilihan untuk menyimpan dana darurat selain tabungan dan tabungan berjangka.



Tips Bebas dari Jerat Utang di 2020


Simak Video "Ivan Gunawan Berharap 2020 Bisa Seasyik 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com