Sudah Punya Asuransi Banjir? Belum Tentu Sudah Aman Lho

Aidil Akbar Madjid – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 13 Jan 2020 07:25 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kaget kaaaan baca judulnya? Betuuuuulll sekali. Kamu kena kebanjiran dan berpikir aman-aman saja karena merasa sudah punya asuransi all risk, baik untuk rumah ataupun kendaraan kamu?

Weits nanti dulu. Asuransi kamu belum tentu lho mengcover kerugian yang disebabkan oleh musibah banjir ini? Nah kok bisa sih? Dimana letak salahnya? Yuk mari kita bahas bersama.

Balik ke basic dulu kita coba cek yang seperti apa sih asuransi kerugian itu? Oh iya, asuransi untuk rumah dan kendaraan kamu masuk ke dalam kategori asuransi kerugian, bukan asuransi jiwa dan bukan asuransi kesehatan (meskipun kesehatan pun bisa ada di asuransi kerugian maupun asuransi jiwa), nah lhooooo makin bingung deh.

Oke kita ulang lagi lebih jauh nih. Di Indonesia asuransi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Asuransi Jiwa dan Non-Jiwa. Nah yang asuransi Non-Jiwa ini meliputi asuransi apapun kecuali yang berhubungan dengan jiwa (kematian).

Jadinya asuransi rumah dan kendaraan masuk ke dalam kategori asuransi kerugian. Gitu lhooo ceritanya.

Lanjut ya, asuransi kerugian sendiri punya 2 jenis polis yang biasanya ditawarakan yaitu polis dengan semua yang dilindungi akan tertulis di dalam polis. Artinya yang tidak terlindungi tidak tertulis di polis.

Atau beberapa juga menuliskan semua yang dilindungi dan tidak dilindungi. Sementara itu polis jenis kedua yang sering disebut dengan istilah All Risk atau kalau asuransi kendaraan dikenal dengan istilah Comprehensive.

Penggunaan kata All Risk ini sering menjadikan banyak orang salah kaprah ketika membeli asuransi jenis ini. Mengapa?

Karena mereka beranggapan bahwa asuransi jenis All Risk ini sudah pasti melindungi semua jenis risiko, all kan artinya semua atau seluruh, sementara risk adalah risiko. Pada kenyataannya tidak seperti itu.

Asuransi jenis All Risk ini akan meng-cover semua risiko-risiko yang ada kecuali risiko yang dikecualikan. Nah pengecualian inilah yang harus kita baca hati-hati secara detil.

Polis standar asuransi kerugian di Indonesia kebanyakan mengacu kepada hal ini. Dan apabila ada suatu risiko yang pernah terjadi di suatu tempat, maka risiko tersebut akan dikecualikan.

Risiko yang dikecualikan bisa bermacam-macam jenisnya, misalnya yang sering terjadi adalah Tsunami, Gempa dan Banjir. Banjir adalah salah satu risiko yang dikecualikan pada banyak standar polis asuransi kerugian di Indonesia.

Oleh sebab itu bila kamu hanya mempunyai asuransi standar polis atau asuransi all risk, besar kemungkinan musibah banjir yang menimpa kamu kemarin (bila kamu salah satu korban) tidak akan dicover.

Lho? Kalau begitu bagaimana tho? Apabila kamu punya polis asuransi untuk rumah kamu coba cek polis kamu sekarang apakah hanya berupa asuransi standar saja? Kalau iya, kemungkinan besar banjir tidak dilindungi.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tips Merdeka Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis"
[Gambas:Video 20detik]