Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Jan 2020 14:06 WIB

Manfaatkan Bonus Tahunan untuk Investasi, Kenapa Nggak?

alf - detikFinance
Warga berdatangan ke Blok M Square untuk menukarkan uang rupiah baru, Senin (19/12/2016). Mereka rela antre untuk menukarkan uang rupiah baru. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Awal tahun identik dengan adanya penghasilan tambahan berupa bonus tahunan. Ini merupakan penghasilan yang sifatnya tidak rutin, yang jumlah tergantung pada performa kerja serta keuntungan perusahaan. Lantas bagaimana caranya memanfaatkan bonus ini agar tidak menguap begitu saja?

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengatakan. Sebab bonus bukanlah penghasilan tetap yang jumlahnya bervariasi bisa nol dan bisa juga besar. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan secara bijak.

"Karena jumlahnya yang tidak pasti, penting bagi kita untuk merencanakan penggunaan bonus. Pastinya, janganlah membelanjakannya bonus yang belum diterima, alih-alih menikmati bonus, yang ada pengeluaran justru bertambah, atau bahkan sampai berutang," ujar Freddy dalam keterangannya, Rabu (29/1/2020).

Berikut hal yang perlu diketahui seputar memanfaatkan bonus tahunan.

Menyenangkan Diri Pakai Bonus
Bonus itu ibarat doping, pemacu semangat agar kinerja dapat lebih produktif lagi kedepannya. Tidak ada salahnya menggunakan bonus untuk menyenangkan diri, seperti belanja, atau berlibur bersama keluarga.

Lalu, bagaimana jika kita punya utang? Bonus pun dapat kita manfaatkan untuk melunasi sebagian kewajiban utang. Sehingga akan menyehatkan kondisi keuangan kita. Namun jangan lupa untuk tetap mengalokasikan sebagian porsi bonus untuk menyenangkan diri.

Perencanaan Keuangan dari Gaji Bukan Bonus
Penting untuk merencanakan penggunaan bonus. Namun harus diingat, jangan mengandalkan bonus ke dalam perencanaan keuangan yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Berbeda dengan gaji ataupun THR yang sudah dapat kita prediksi dan pastikan jumlahnya, tidak demikian dengan bonus.

Untuk memenuhi tujuan keuangan seperti persiapan pendidikan anak, liburan, atau persiapan pensiun lakukan perencanaan keuangan secara matang dari penghasilan tetap yang lebih terprediksi. Setidaknya 20% dari penghasilan setiap bulan kita sisihkan untuk masa depan.

Bonus untuk Investasi, Kenapa Nggak?
Berapapun jumlah bonus yang diterima, wajib kita syukuri. Jika jumlahnya tidak sesuai harapan, karena tidak masuk ke dalam perencanaan keuangan bulanan, maka tujuan keuangan yang sudah ditentukan sebelumnya tidak akan terganggu.

Namun jika bonus yang diterima melebihi ekspektasi, sisihkan sebagian untuk menambah porsi investasi kita. Silahkan ditentukan secara bijak penggunaan bonus. Ingat rumus penghasilan dikurangi gaya hidup sama dengan masa depan.

Artinya semakin banyak bonus yang kita belanjakan untuk masa kini, semakin sedikit yang bisa dimanfaatkan untuk masa depan. Bonus adalah tepat untuk dibelanjakan bila perencanaan keuangan untuk masa depan telah dipersiapkan dengan baik.



Simak Video "Pemerintah Kucurkan Rp 250 M Buat Bonus Atlet SEA Games 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com