Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 07:28 WIB

Hitung-hitung Biaya Kawinan, Apa Sih yang Bikin Boros?

Maura Syiffa Aulia - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi pernikahan Hitung-hitung Biaya Kawinan, Apa Sih yang Bikin Boros? Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Jakarta -

Akhir pekan kemarin saya berpergian bersama teman-teman untuk menghadiri pernikahan adik dari teman kami. Tanpa sadar tanggal berapa kemarin, di dalam perjalanan kami terkaget-kaget melihat begitu banyaknya janur kuning di jalanan yang kami lewati.

Ketika kami sampai di tujuan kompleks perumahan pun di area yang sama sedang dilangsungkan 3 pernikahan dalam satu komplek.

Akhirnya kami tersadar bahwa kemarin itu adalah tanggal cantik, yaitu 2 Februari 2020 atau menjadi 02.02.2020, di mana pada tanggal dengan angka cantik tersebut banyak pasangan memanfaatkan kesempatan untuk menikah.

Bicara tentang pernikahan banyak cerita seru dan cerita sedih juga bagaimana orang menghamburkan uang untuk sebuah pernikahan yang besar dan megah hanya untuk sebuah gengsi. Nah untuk calon pasangan muda, pernikahan seperti apa kah yang kalian inginkan dan berapa besar biaya yang harus dipersiapkan?

Kalau dilihat-lihat sebenarnya apa saja sih komponen biaya pernikahan itu? Dan biaya mana yang paling sering membengkak dan menjadi sumber pemborosan? Kita kupas ya.

Pertama yang harus disiapkan adalah biaya surat-surat dan penghulu. Konon di Jabodetabek sebelum mendapatkan surat rekomendasi nikah ke KUA calon pengantin harus cek kondisi kesehatan di puskesmas.


Apabila menikah di tempat yang berbeda dari alamat yang ada di KTP maka harus mengurus surat pindah nikah dan numpang alamat (NA) ke alamat tempat pernikahan dilangsungkan. Beberapa biaya seperti surat menyurat seharusnya gratis tapi mungkin kita kasih uang rokok yang besarannya seikhlasnya saja.

Sementara untuk penghulu dipanggil ke rumah atau tempat acara tarif resmi dari Kementerian Agama untuk nikah di luar KUA adalah sebesar Rp 600.000, kalau mau kasih lebih akan lebih bagus lagi. Biaya kedua yang besar adalah sewa gedung dan makanan (catering).

Zaman sekarang biasanya sewa gedung sudah termasuk di dalam harga paket termasuk di dalamnya makanan tadi. Tetapi apabila kita tidak mengambil paket maka akan dikenakan biaya sewa gedung yang besarannya antara Rp 3 juta sampai Rp 15 juta atau bisa lebih mahal lagi tergantung gedungnya.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tips Merdeka Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com