img_list
Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Feb 2020 17:30 WIB

Kena PHK, Mending Cari Kerja atau Buka Usaha?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi PHK Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok besar. Namun siapa sangka PHK bisa saja menjadi pintu gerbang seorang pekerja menjadi pengusaha.

Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho, usai di-PHK pekerja mendapatkan dua pilihan. Meneruskan pekerjaan di tempat lain atau berbisnis membuka usaha.

"Tergantung preferensi tiap orang ya hari gini nyari kerja juga nggak semudah yang diinginkan juga. Jadinya ya ada juga yang mau bisnis sendiri jadi pilihan," ungkap Andy kepada detikcom, Minggu (16/2/2020).

Kemudian menurut Andy, pekerja akan mendapatkan uang lebih usai di-PHK lewat uang pesangon. Dia menilai uang tersebut bisa digunakan untuk modal berbisnis.

"Menurut saya sih ya, mumpung dapat pesangon kalau mau mulai bisnis lumayan kan buat modal," kata Andy.

Andy mengatakan bahwa uang pesangon yang digunakan untuk modal usaha hanya separuhnya saja jangan semuanya. Dia mengatakan maksimal 40% uang pesangon saja yang bisa digunakan untuk modal usaha.

"Yang penting jangan 100% kita gelontorkan, 30% sampai 40% lah yang bisa buat modal usaha. Karena kan ini tetap darurat belum ada pemasukan, bagaimanapun harus bertahan hidup juga," kata Andy.

Namun Andy mengingatkan resiko berbisnis membuka usaha cukup tinggi. Tak sedikit orang gagal membuka usaha.

"Tapi kan memang nggak semua bisa terlaksana dengan baik kalau buat usaha, itu resikonya tetap tinggi," kata Andy.

Kena PHK, Mending Cari Kerja atau Buka Usaha?


Simak Video "Cegah PHK di Masa Corona, Pemerintah Siapkan Surat Utang Buat Pengusaha"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com