3 Hal Ini yang Bikin Gagal Menabung (2)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 06:00 WIB
Menabung
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Banyak orang yang bercita-cita menjadi kaya raya tapi untuk bisa menyisihkan uang bulanan dalam bentuk tabungan saja mereka gagal total. Ternyata ada lho hal-hal yang bisa membuat seseorang gagal menabung.

Di artikel sebelumnya telah dibahas 1 dari 3 hal tersebut. Dalam artikel ini akan dibahas sisa keseluruhan hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan seseorang gagal menabung.

2. Sifat Hedonisme yang Telah Menjadi Kebutuhan Hidup

Siapa yang di sini sering tidak merasa bersalah kalau pendapatan bulanannya selalu habis untuk berkunjung ke tempat makan unik/viral, belanja barang-barang unik di marketplace hingga sepatu sneakers dengan harga RP 5 jutaan dan cara bayarnya dicicil 12 bulan pakai kartu kredit?

Nah! karena sifat hedon/berfoya-foya tersebut yang dimiliki oleh milenial di Indonesia hingga kebiasaan tidak mencatat setiap uang yang dikeluarkan karena kebiasaan malas mencatat tersebut hingga pengeluaran kecil harian yang telalu banyak seperti itu dan sifatnya yang sudah seperti kebutuhan sehari-hari, maka mereka tidak tahu berapa banyak uang yang sudah mereka keluarkan.

Dan ternyata jumlahnya pun cukup besar hingga menyebabkan mereka gagal menabung, maka muncul istilah gaji 10 koma, tanggal 10 udah koma.

Kebiasaan ini bukan hanya terjadi pada satu-dua orang saja, tapi hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia. Mengapa bisa demikian? Karena rendahnya literasi keuangan dan kebiasaan malas mencatat menjadi faktor paling dasar yang membuat pengeluaran-pengeluaran yang tidak jelas keluarnya dari saldo di rekening kita.

Sejujurnya saya percaya sesuatu yang tidak dapat diukur otomatis tidak dapat diperbaiki, ibarat mobil mogok. Kita harus tahu dulu penyebab mogoknya, karena aki? Busi? Kehabisan bensin?

Begitu juga dengan penyebab kita gagal menabung. Kalau kita tidak tahu kenapa, sampai kapanpun kita akan selalu gagal dalam menabung. Di poin kedua ini kita
sudah tahu karena kebiasaan hedon kita,kebiasaan berfoya-foya,maka mulai lah mencatat setiap pengeluaran secara terinci,meskipun hanya sekadar membayar parkir di Indomaret.

Banyak caranya mencatat, melalui buku kosong, melalui laptop, atau bisa dengan aplikasi di ponsel pintar kita masing-masing. Intinya sudah banyak caranya yang mempermudah kita mencatat, tinggal niat kita untuk memperbaiki keuangan kita ada atau tidak,kalau ada pasti semuanya akan melakukan dan berubah setelah caranya sudah tahu.

3. Masih Ada Kesempatan di Hari Esok!

Yes!, semboyan Y.O.L.O (You Only Live Once) menjadi kutipan favorit para milenial seolah semua bisa ditunda sampai besok karena hidup hanya sekali. Sifat yang meremehkan ini seringkali menjadi bumerang bagi kehidupan mereka, kenapa?

Karena waktu terus berjalan maju dan tidak bisa mundur. Tiba-tiba umur terus bertambah dan tanpa disadari atau sudah sadar, ketika mata terbuka mereka masih belum memiliki rumah, belum menyiapkan dana pernikahan.

Di sisi lain adanya perasaan iri yang menghantui karena membandingkan pencapaian diri sendiri dengan teman-teman yang sudah mapan, yang sudah mulai memiliki bisnis sendiri, mulai mencicil rumah kedua, dan sudah menikah. Nah lho!

Kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Menyesal pun sudah percuma, maka lebih baik memulai di dalam keterlambatan daripada lebih terlambat kan?

Dimengerti kan kebiasaan menunda bukan hanya memberikan dampak buruk pada kebiasaan-kebiasaan yang baik,namun juga memberikan kebiasaan buruk pada keuangan kita.

Berlanjut di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Belajar Menabung Sampah, Bogor"
[Gambas:Video 20detik]