New Normal Keuangan di Tengah Corona (1)

Erly Evita – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2020 06:30 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Banyak orang mengatakan masa pandemi virus Corona menjadi waktu yang tepat untuk merenungi bagaimana kita telah menjalani hidup, apa artinya hidup, dan betapa pentingnya keluarga.

Apa renungan Anda tentang pengelolaan keuangan untuk keluarga Anda? Pernahkah Anda berpikir apakah cara mengelola keuangan Anda sudah tepat? Apakah Anda mulai berpikir mempelajari pengelolaan keuangan keluarga?

Mudah-mudahan Anda sudah bilang iya, tapi:

  • Karena kesibukan, saya tidak sempat memikirkan belajar ilmu mengelola keuangan. Biarlah saya atur sebisa saya. Saya akan fokus untuk mendapatkan promosi atau kenaikan gaji. Toh dengan keuangan yang lebih baik, pengaturannya akan lebih gampang. Apakah kenyataannya semudah itu?
  • Bidang saya bukan keuangan, tidak mungkin saya menguasai pengaturan keuangan, apalagi berinvestasi lewat produk-produk yang namanya terlalu canggih kedengarannya. Biar saja saya atur sebisa saya, biar hidup mengalir seperti air.
  • Sebetulnya saya ingin sekali belajar, tapi tidak punya waktu, tidak tahu harus belajar di mana.
  • Yang mengelola keuangan harusnya pasangan (suami/istri) saya. Saya nggak usah ikut campur.
  • Saya masih 'single'. Pengaturan keuangan sangat simple. Nggak perlu ilmu.
  • Falsafah hidup saya 'YOLO (you only live once)'. Yang penting 'fun' dan 'happy'. Ngapain pusing-pusing.
  • Daftar ini bisa sangat panjang.........................................

Sampai tiba-tiba datang pandemi Corona, kita seperti terbangun. Banyak orang yang kena dampak, bukan hanya dampak kesehatan tapi juga ekonomi-bisnis tidak jalan, kehilangan pekerjaan, berkurangnya pemasukan, tidak mampu membayar cicilan utang (rumah, mobil, kartu kredit, dan lain-lain).

Kita tercenung! Di masa yang akan datang mungkin ada krisis-krisis lain skala global, nasional atau krisis level pribadi (pengurangan karyawan, perusahaan bangkrut, dan lain-lain). Untuk mengurangi efek krisis ekonomi pada kehidupan keluarga saya, sebetulnya apa yang bisa saya lakukan?

Gunakanlah krisis ini sebagai momentum yang tepat untuk menata ulang keuangan Anda, memulai 'New normal'. Anda bisa mulai dari butir-butir berikut:

1. Pastikan cash flow Anda positif

Buatlah 'budget' bulanan:
Sangat-sangat penting memastikan pengeluaran Anda lebih kecil dari pemasukan. Buatlah perencanaan keuangan bulanan. Bagaimana caranya? Pisahkan pos-pos yang benar-benar kebutuhan mendasar (need) dengan pos yang merupakan keinginan (want).

Baru-baru ini saya membaca artikel di koran elektronik Guardian bahwa bulan Maret yang lalu jumlah tabungan/deposit di beberapa negara Eropa yang terkena corona meningkat beberapa kali lipat. Prancis empat kali lipat, Italia lima kali lipat, dan Inggris juga meningkat signifikan. Walaupun saya tidak punya data untuk Indonesia, saya percaya fenomena yang sama juga terjadi di sini.

Kenapa ini terjadi? Kemungkinan besar karena banyak pos-pos pengeluaran yang berkurang karena WFH dan tidak bisa ke mana-mana, tidak perlu mengeluarkan uang
untuk ongkos transportasi/bensin, biaya rekreasi dan makan di restoran, ngafe, beli baju baru, gym, menikmati hobi, dan lain-lain. Sebagian pos-pos ini adalah pos pengeluaran karena keinginan (want).

Betul, mungkin fenomena ini hanya sementara, karena begitu PSBB ditiadakan banyak yang balas dendam. Tapi, pernahkah Anda berpikir bahwa ini merupakan kesempatan emas Anda untuk menganalisa kebutuhan dasar Anda? Saya percaya data dua bulan terakhir selama PSBB akan sangat membantu.

Di zaman modern seperti sekarang sudah ada aplikasi yang bisa membantu mencatat pos-pos pengeluaran setiap hari yang sering terlupakan, yaitu bernama Moneesa. Moneesa bisa diunduh di sini. Dan kalau ingin belajar mengatur keuangan dan cash flow bisa juga ikut workshop-workshop, salah satu yang direkomendasi bisa dilihat di sini dan di sini.

Oke, baru dibahas satu strategi 'New Normal' nih, strategi apa lagi yang bisa kita lakukan? Ikuti di tulisan berikutnya.



Simak Video "Protokol Kesehatan Naik Pesawat Mulai Check In Sampai Terbang"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)