RI Dibayangi Resesi, Ini Pengeluaran yang Wajib Direm Masyarakat

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 13:17 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Ilustrasi/Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Keganasan pandemi virus Corona (COVID-19) kian nyata. Lima negara dari tiga benua sudah terjun ke jurang resesi akibat wabah tersebut.

Indonesia bukan tidak mungkin bernasib serupa. Mengingat ekonomi RI pada kuartal II-2020 tercatat minus 5,32%. Bila berlanjut ke kuartal selanjutnya, maka Indonesia resmi masuk ke dalam jurang resesi.

Untuk meminimalisir dampak resesi tersebut, masyarakat wajib menguatkan dana cadangannya. Caranya dengan mengerem beberapa pengeluaran yang dirasa tidak penting dan mengalihkan uang tersebut ke dana cadangan tadi.

"Ditahan dulu deh belanja konsumtifnya, tahan dulu aja, disimpan dulu aja uangnya, tidak lama kok paling tidak untuk 6 bulan ke depan, kalau 6 bulan sudah beres, Januari, Februari sudah aman baru boleh belanja lagi," kata Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar kepada detikcom, Kamis (6/8/2020).

Beberapa pengeluaran konsumtif yang dimaksud seperti biaya untuk travelling, mudik akhir tahun, ganti HP, borong sepeda lipat, dan belanja tidak penting lainnya.

"Liburan ditunda dulu, kita tidak butuh liburan untuk saat ini, toh tidak bisa kemana-mana juga, pengeluaran biaya besar ditunda dulu, bahkan mudik akhir tahun ditunda juga, tahan dulu aja, terus pengeluaran yang tidak penting misalnya ganti HP, September biasanya iPhone keluarin series baru, jangan tergiur untuk ganti HP, terus sekarang musim sepeda lipat tuh, kalau tidak penting-penting amat, nggak usah beli dulu, baju, sepatu juga dan lain-lain," tuturnya.

Apalagi, bulan ini banyak pusat perbelanjaan yang memberi diskon. Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk bisa menahan diri agar tak tergoda dengan diskon-diskon tersebut.

"Bulan Agustus ini banyak diskon, kan menjelang 17 Agustus-an, jadi hati-hati terjebak diskon, selain karena 17 Agustus, mal-mal ini kan lagi berusaha menambah jumlah pengunjung, karena pengunjung mal masih sepi, untuk memancing ini ya mal-mal adakan diskon, tapi balik lagi, kita harus disiplin sama diri kita sendiri jangan terbujuk rayu diskon tadi, karena kita punya kebutuhan yang lain," tambahnya.

Baca juga: Resesi Adalah...


Simak Video "Sisa 1 Minggu Lagi Buat RI Cegah Jurang Resesi, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)