Resesi di Depan Mata, Ini 4 Hal yang Penting Dipersiapkan

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2020 08:30 WIB
Jurang Resesi
Foto: Andhika Akbaryansyah
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 lalu tercatat minus 5,32%. Angka ini anjlok dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,05% (yoy). Bila perekonomian RI kembali minus di Kuartal III-2020, maka Indonesia bersama negara lainnya seperti Amerika Serikat, Singapura hingga Uni Eropa, masuk ke jurang resesi.

Masalahnya, jika Indonesia masuk ke jurang resesi, daya beli masyarakat dipastikan turun drastis karena turunnya berbagai sektor ekonomi. Ditambah angka kemiskinan bisa melonjak tajam disebabkan oleh badai PHK.

Lalu, apa yang harus dipersiapkan masyarakat untuk meminimalisir dampak resesi tersebut?

1. Siapkan Dana Cadangan

Menurut Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Gozali, hal utama yang perlu disiapkan oleh masyarakat adalah dana cadangan yang mudah dicairkan dalam jumlah yang memadai.

"Dalam kondisi seperti ini, rumus utamanya adalah menjaga ketersediaan dana likuid yang memadai," kata Ahmad kepada detikcom, Kamis (6/8/2020).

Porsi idealnya, setiap keluarga wajib menyimpan dana cadangan sebanyak 3-12 bulan pengeluaran bulanan 1 keluarga tersebut. Tujuannya untuk jaga-jaga apabila terjadi badai PHK atau pemotongan gaji.

"Dana likuid ini untuk cadangan pengeluaran jika terjadi masalah dengan penghasilan. Saya sarankan agar tiap keluarga punya dana cadangan setara dengan 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Sebab, lapangan kerja akan semakin sulit mengingat aktivitas ekonomi menurun," paparnya.

Dana cadangan yang dimaksud bisa disimpan dalam bentuk cash, tabungan, deposito atau emas. Bila belum memiliki dana cadangan sebesar 12 bulan pengeluaran, maka upayakan terus menyisihkan 10-20% gaji ke dalam dana cadangan tersebut sampai jumlah yang ditakar mencapai targetnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Sisa 1 Minggu Lagi Buat RI Cegah Jurang Resesi, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]