Terpaksa Ngutang di Tengah Pandemi? Simak Dulu 5 Hal Ini

- detikFinance
Minggu, 06 Sep 2020 18:57 WIB
man hand show rupiah money on white background
Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona yang belum juga surut melanda Indonesia, membuat banyak orang harus kehilangan pendapatannya. Badai PHK melanda banyak pekerja, bagi yang masih bekerja pun banyak yang terpaksa harus dipotong gajinya.

Sementara itu, hidup harus tetap berjalan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun butuh uang pastinya. Akhirnya, utang dipilih sebagai jalan keluar.

Di tengah kondisi sulit seperti ini utang memang menjadi salah satu alternatif, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho pun mengatakan wajar apabila orang terpaksa berutang di tengah kondisi super sulit seperti ini.

"Ya di tengah kondisi seperti itu bisa jadi jalan keluar, apalagi buat yang kena PHK ataupun yang terkena potongan gajinya," ujar Andy kepada detikcom, Minggu (6/9/2020).

Hanya saja ada beberapa hal yang harus diingat agar tidak salah langkah saat memilih berutang, Andy memberikan 5 tips sebagai berikut.

1. Perhatikan Batas Maksimal Berutang

Hal paling pertama yang harus diperhatikan adalah menghitung skala aman dalam berutang. Patokannya, menurut Andy, jumlah maksimalnya sebesar 30% dari pengeluaran bulanan.

Andy mengingatkan sebelum berutang hendaknya jumlah utang, termasuk cicilan sebelumnya bila ada, jangan sampai lebih dari 30% pengeluaran rata-rata bulanan.

"Kita harus paham bahwa presentase yang aman agar keuangan aman meski berutang. Utang itu jumlah maksimalnya adalah 30% dari pengeluaran kita. Sebelum berutang, ada baiknya dihitung dulu. Apalagi kalau sudah ada cicilan, kalau tambah utang masih dalam batas tersebut atau tidak," ujar Andy.

2. Pertimbangkan Dulu Jual atau Gadai Barang

Mengingat utang akan memberikan beban di kemudian hari, Andy menyarankan agar sebelum berutang pertimbangkan untuk menjual atau menggadai barang.

"Sebelum memilih menambah utang coba pertimbangkan menjual atau menggadaikan barang. Misalnya, di rumah ada laptop atau televisi yang tidak sering dipakai bisa saja dijual atau digadaikan," kata Andy.

Buka halaman selanjutnya untuk tahu lebih banyak.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 4,1% Jadi Rp 6.104 T"
[Gambas:Video 20detik]