Kumpulan Investasi yang Aman Buat Milenial Kala Resesi

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 18:05 WIB
Ilustrasi Investasi Saham DetikX
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
Jakarta -

Kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) yang berujung ancaman resesi jangan sampai menghalangi niat untuk berinvestasi. Terlebih untuk generasi muda atau milenial yang baru mau belajar untuk menyimpan dananya.

Financial Consultant, Prita Hapsari Ghozie mengatakan di saat resesi masyarakat harus menyiapkan dana darurat terlebih dahulu ketimbang investasi. Jika dirasa sudah ada pegangan untuk dana darurat, investasi apapun saat resesi dinilai akan aman.

"Kalau resesi itu kan sebenarnya orang akan berinvestasi secara aman, otomatis dana darurat nih dikencangin. Sisanya investasi apa sebenarnya selama investasinya itu sesuai dengan tujuan keuangan itu nggak apa-apa. Jadi ada orang yang ketakutan misalnya investasi saham, itu nggak apa-apa tapi harus untuk benar-benar 10 tahun lagi, jangan mau niatnya trading, kalau trading mah beda cerita," katanya dalam briefing Tokopedia bertajuk 'Jurus Investasi Milenial Hadapi Pandemi', Rabu (14/10/2020).

Prita menyebut bahwa emas dan reksa dana pasar uang adalah investasi yang paling diperlukan saat resesi karena termasuk instrumen yang aman. Jika masih ada sisa uang, barulah dia menyarankan untuk di investasikan di saham yang benar.

"Emas itu akan selalu diperlukan di saat resesi karena dia akan menjadi safe haven. Untuk menjaga nilai kekayaan, kita butuh safe haven yaitu emas dan untuk growth-nya kalau Anda masih punya uang silakan beli saham tapi saham yang benar," tuturnya.

Investasi emas juga dinilai cocok untuk generasi milenial yang baru belajar invetasi. Menurutnya, emas adalah investasi yang sangat memudahkan untuk para milenial.

"Kalau sudah terkumpul 1 atau 5 gram emas, (langsung) cetak. Secara psikologi itu akan memberikan semangat lagi buat kita. Jadi kalau itu dicetak, terus dibawa ke rumah kayak biasa online shopping nanti tiba-tiba paketnya datang tapi paketnya emas gitu. Jadi punya dorongan rasa ini worthy karena nyata hasilnya," ucapnya.

Investasi untuk Beli Rumah-Mobil

Sebelum memilih jenis investasi, alangkah baiknya mengetahui apa tujuan yang akan dicapai dan mau dalam waktu berapa lama Anda mencapainya. Jika mau membeli rumah hingga mobil dalam waktu kurang dari 5 tahun, carilah investasi yang instrumennya tidak tinggi risiko.

"Untuk angka yang memang kita sudah tahu di tahun kapan, berarti kita tidak boleh masuk ke instrumen yang risikonya tinggi, sehingga kalau tiba-tiba 5 tahun lagi, kalau kita masukin ke saham kita nggak pernah tahu apa yang terjadi tiba-tiba lagi ngedrop nggak kesampaian," kata Senior Lead Fintech Tokopedia, Marissa Dewi dalam kesempatan yang sama.

Untuk masyarakat yang mau berinvestasi dengan tujuan jangka pendek, disarankan untuk pilih instrumen yang risikonya rendah seperti reksa dana pasar uang dan emas.

"Itu dua-duanya risikonya rendah, jadi bisa diciptakan sebagai cara yang dipakai baik itu untuk membeli mobil atau rumah. Pastikan kita tato di tempat yang aman, jangan bodong," tandasnya.

(dna/dna)