Mau Mulai Investasi Saham tapi Bingung? Simak Ini Dulu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 18:04 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Investasi adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan dari kegiatan yang pasif. Investasi bisa dilakukan di emas, saham, hingga properti.

Praktisi & inspirator investasi Ryan Filbert mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai investasi saham. Pertama adalah harus mulai berinvestasi dan mau mempelajari.

"Kalau mau belajar investasi ke saham itu pertama harus dilakukan, kemudian belajar. Artinya memang tidak ada waktu yang paling tepat," kata dia dalam acara dalam Festival Ide Bisnis detikcom yang disponsori PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Jumat (23/10/2020).

Ryan mengungkapkan jika berinvestasi sebaiknya harus diniatkan untuk jangka panjang. Jadi, ketika terjadi gonjang-ganjing di suatu waktu tidak perlu panik menjual saham.

"Untuk pemula dalam investment ini bisa dilakukan pembelian saat harga saham turun, kalau naik ya biarkan saja. Biarkan sampai 5-10 tahun," jelas dia.

Dia menambahkan, dalam berinvestasi jangan memilih tapi lakukan semuanya. Misalnya ada pilihan untuk obligasi, deposito atau emas bisa dilakukan semua.

"Ini karena mereka memiliki kinerja yang berbeda, kalau mau jangka pendek saya di deposito, jangka panjang saham, kalau mau kebal fluktuasi ya emas," jelasnya.

Menurut Ryan di tengah pandemi, jangan mengasihani diri sendiri. Kemudian jangan pernah berpikir pandemi ini akan berakhir.

"Kalau anda berpikir ini akan membaik, anda pasti akan diam saja dan menunggu keadaan membaik. Nyatanya belum ada perbaikan. Do something, lakukan apapun jika tidak dan menunggu nasib ya sudah tidak bisa apa apa lagi," jelas dia.

(kil/ara)