Tips Aman Berinvestasi Saat Resesi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 08:45 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Indonesia resmi mengalami resesi karena ekonominya dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi. Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia minus 5,32%, dan di kuartal III-2020 minus 3,49%.

Resesi kali ini adalah yang pertama melanda Indonesia dalam 22 tahun terakhir. Pasalnya, Indonesia terakhir mengalami resesi pada krisis moneter di tahun 1998.

Lalu, bagaimana cara menghadapinya? Bagi masyarakat sendiri, memperkuat ketahanan ekonomi sangat penting di tengah resesi. Mulai dari menyiapkan dana darurat, juga investasi.

Namun, sebelum berinvestasi detikers harus mengukur kemampuan keuangan harus jadi pertimbangan utama. Apabila memang dalam sedang sulit jangan paksakan untuk berinvestasi, ada baiknya kalau ada uang lebih ditabung saja.

"Cuma semua kembali ke kemampuan masing-masing ya, kalau memang ada isu keuangan kayak habis kena PHK atau bisnis shutdown, ditabung dulu aja. Agar mudah digunakan kalau ada keadaan darurat," kata Perencana keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho kepada detikcom, Kamis (5/11/2020).


Jika sudah mantap ingin berinvestasi, maka detikers sebaiknya menyisihkan terlebih dahulu biaya-biaya kebutuhan bulanan yang tetap. Kalau bisa sisihkan juga dana darurat untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi ke depan di tengah resesi.

Langkah selanjutnya ialah menyisihkan gaji. Menurut Andy, idealnya 10% dari gaji disisihkan digunakan untuk berinvestasi.

"Prinsipnya ideal itu 10% dari penghasilan kita. Misal gaji Rp 5 juta kan, bisa Rp 500 ribu sebulan," ungkap Andy.

Selanjutnya
Halaman
1 2