Perhatikan 3 Hal Ini Biar Nggak Kecewa Beli Asuransi (2)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 08:30 WIB
Ilustrasi Asuransi
Foto: shutterstock
Jakarta -

Dalam melayani klien kami, sering kali kami mendapatkan klien yang salah dalam membeli asuransi yang berujung pada kekecewaan serta antipati pada produk ini. Padahal asuransi adalah salah satu pilar penting dalam ilmu perencanaan keuangan.

Nah, dalam artikel sebelumnya telah dibahas hal pertama, sementara artikel kali ini akan membahas 2 hal lainnya yang penting untuk diketahui. Apa sajakah itu?

2. Tujuan Berasuransi

Hal kedua yang penting untuk diketahui adalah, apa tujuan Kamu ingin memiliki asuransi?. Jika tujuan Kamu memiliki asuransi adalah untuk berinvestasi, maka tujuan yang Kamu miliki tidak tepat. Asuransi bukanlah produk keuangan yang tepat untuk digunakan untuk berinvestasi.

Asuransi adalah proteksi, dalam kata lain yaitu perlindungan untuk melindungi Kamu dari berbagai macam risiko keuangan yang mungkin akan menimpa Kamu di saat ini maupun di masa depan.

Ibaratnya, asuransi adalah casing tambahan yang Kamu gunakan untuk melindungi smartphone. Gunanya untuk melindungi agar smartphone tidak rusak bilamana jatuh atau tiba-tiba tersiram oleh cairan.

Sedangkan, investasi bisa diibaratkan sebagai fungsi untuk menelpon dari smartphone itu sendiri. Fungsi yang bisa Kamu gunakan untuk menghubungi teman, keluarga, kerabat, atau mungkin pacar Kamu.

Pertanyaannya, apakah casing tambahan untuk smartphone tepat untuk digunakan menelpon? Tentu jawabannya "tidak" kan. Casing tambahan digunakan untuk melindungi smartphone, bukan untuk menelpon.

Sehingga, jika saat ini Kamu hendak memiliki asuransi karena ingin berinvestasi, segera ubah tujuan tersebut dan tolak tawaran investasi pada asuransi yang diberikan oleh agen asuransi. Gunakan asuransi hanya sebagai proteksi.

Selanjutnya
Halaman
1 2