Mau Jajal Investasi Reksa Dana? Baca Ini Dulu

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 17 Jan 2021 13:30 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kawula muda semakin melek investasi. Salah satu instrumen yang sedang digandrungi adalah pasar saham. Tidak ada yang salah, tapi sebenarnya selain saham ada beragam instrumen lainnya, salah satunya reksa dana.

Melansir IDX, Minggu (17/1/2021), reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

"Reksa dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas," demikian dikutip detikcom.

Selain itu, reksa dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksa dana, secara sederhana dapat diartikan sebagai wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksa dana dapat dibedakan berdasarkan portfolio investasinya. Pertama, reksa dana pasar uang (money market funds).

"Reksa dana jenis ini hanya melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal," demikian penjelasan IDX.

Lalu, kedua adalah reksa dana pendapatan tetap (fixed income funds). Reksa dana jenis ini melakukan investasi sedikitnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat utang.

Reksa dana tersebut memiliki risiko yang relatif lebih besar dari reksa dana pasar uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

Berikutnya ada reksa dana saham (equity funds). Reksa dana ini melakukan investasi sedikitnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

"Karena investasinya dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis Reksa dana sebelumnya namun menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi," jelas IDX.

Terakhir adalah reksa dana campuran (discretionary funds). Reksa dana jenis ini melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang.

(toy/zlf)