Sahamku Sayang, Sahamku Rugi (Bag 1)

Rachma Putri – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 06:00 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Akhir-akhir ini kita sering kali melihat unggahan masyarakat di beberapa media sosial mengenai cuan saham. Terlihat unggahan yang berisi portofolio yang saham yang tumbuh puluhan persen bahkan ratusan persen atas beberapa emitennya. Fenomena tersebut muncul lantaran banyak investor baru yang memasuki pasar modal.

Bursa Efek Indonesia dalam press Rrelease Detail di webistenya mengklaim tahun 2020 sebagai tahun kebangkitan investor ritel dalam negeri di Pasar Modal Indonesia bahkan dengan rekor penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia (Saham, Obligasi, Reksa Dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya) di 2020 yang naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal dengan pertumbuhan 48,82 persen atau 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

Jadi wajar saja banyak sekali unggahan mengenai cuan saham di beberapa media sosial. Hal tersebut dikarenakan banyaknya investor baru yang masuk di pasar modal dan merasakan nikmatnya cuan di saham, sehingga mereka berlomba-lomba mengumukannya di berbagai media sosial. Wah apakah senikmat itu kah cuan lewat saham? Apa itu cuan saham?

Menurut pencarian di mesin pencari Google, cuan diambil dari bahasa Tiongkok yang artinya untung. Istilah cuan menggambarkan seorang trader saham yang baru saja meraup keuntungan, biasanya berasal dari capital gain. So, cuan saham adalah keuntungan seorang trader yang melakukan jual beli saham, trader mendapat keuntungan dari selsih harga beli dan harga jual. Trader dikatakan cuan ketika mereka menjual sahamnya di harga yang lebih tinggi dibanding harga belinya.

Pertanyaannya apakah trader selalu untung ketika melakukan jual beli? Belum tentu! Mari kita perhatikan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yang tidak kalah ramainya di media sosial yaitu membeli saham dengan uang arisan orang lain, membeli saham menggunakan uang semesteran kuliah bahkan ada yang membeli saham memakai uang hasil pinjaman daring di beberapa aplikasi. Apakah mereka cuan? Tentu saja tidak, jika mereka mendapatkan cuan dari membeli saham tentu saja tidak akan menjadi isu yang ramai.

Fenomena tersebut menjadi ramai ketika mereka membeli saham menggunakan uang yang tidak seharusnya diperuntukkan untuk membeli saham. Mereka membeli saham dan berharap harganya akan naik eh bukannya naik malah harga sahamnya turun harga sahamnya amblas turun ke bawah mengenai auto reject bawah berhari-hari. Menyedihkan bukan mendengarnya? Harapan para investor untuk merasakan nikmatnya cuan saham kandas dibawa turun oleh harga saham yang terjun ke bawah.

Pertumbuhan investor baru yang tidak mempunyai pengetahuan tentang saham menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Alih-alih ingin untung di saham malah rugi. Bukan tugas pemerintah, bukan tugas Bursa Efek Agar dapat merasakan nikmatnya cuan saham, apa yang harus investor baru lakukan?

1. Berkenalan dengan saham

Tak kenal maka tak sayang, sungguh pepatah ini sangat cocok untuk para investor yang baru memasuki pasar modal. Baiknya sebelum memulai investasi apapun, baik itu saham maupun investasi lainnya pahami dulu konsep dasarnya.

Sesungguhnya saham merupakan instrument investasi yang dapat membantu seseorang dalam mewujudkan tujuan keuangan. Investasi saham terkenal dengan imbal balik yang tinggi dibanding instrument investasi lainnya, seperti deposito, obligasi maupun reksadana.

Dibalik tingginya imbal balik yang tinggi, perlu dipahami juga terdapat resiko yang tinggi. Investasi saham dikatakan resiko tinggi karena pergerakan harga cenderung fluktuatif dalam time frame yang pendek. Investasi saham biasanya diperuntukkan untuk tujuan keuangan jangka panjang.

Sebelum lanjut, anda bisa berkenalan dengan saham melalui banyak informasi dan ilmu baik yang berbayar maupun gratisan. Misalnya melalui artikel seperti ini ataupun Youtube dan media social lainnya. Atau juga melalui pelatihan-pelatihan yang ada baik yang berbayar murah sampai yang lumayan harganya.

Anda juga bisa latihan sendiri baik saham maupun rencana keuangan dan investasi melalui aplikasi secara gratis menggunakan aplikasi sejenis Moneesa yang bisa diunduh di sini. Dan kalau mau belajar mengelola bujet bulanan anda bisa ikut kelas basic perencana keuangan yang infonya bisa dibuka disini https://bit.ly/3nuJYO8 bahkan dengan materi tersebut anda bisa menjadi seorang perencana keuangan. Selain itu juga ada lho kelas belajar sendiri untuk materi perencanaan keuangan dasar, reksadana dan asuransi, linknya bisa dibuka disini https://bit.ly/IARFC-Online . Sementara untuk melakukan perbandingan produk dan premi serta menghitung kebutuhan asuransi jiwa anda, bisa dilakukan secara gratis dengan menggunakan aplikasi Bregaswaras yang bisa diunduh di sini.

Lalu, apalagi yang harus dilakukan oleh investor? Simak kelanjutannya di artikel berikutnya.

Saksikan video 'Saran Perencana Keuangan Aidil Akbar Jika Rugi Investasi Saham':

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)