Sahamku Sayang, Sahamku Rugi (Bag 2)

Rachma Putri – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 13:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas bagaimana sih memulai investasi di saham dana pa saja yang harus dilakukan? Nah, di artikel kali ini kita lanjutkan lagi ya.

2. Tetapkan posisimu

Saat memasuki pasar modal, tentukan dulu posisi kamu akan mengambil posisi sebagai trader atau investor. Penentuan posisi ini akan menentukan pendekatan analisa terhadap keputusan jual dan beli suatu saham. Jika kamu masuk pasar modal dan memposisikan diri sebagai investor, berarti kamu akan cenderung menyimpan saham dalam time frame yang panjang. Investor mengandalkan analisa fundamental perusahaan dalam membeli suatu saham.

Biasanya para investor akan memilih perusahaan yang memiliki kinerja baik menurut laporan keuangan, baik dari neraca perusahaan, arus kas dan laba rugi perusahaan. Jika kamu masuk pasar modal dan memposisikan sebagai trader tentunya kamu perlu mempelajari analisa teknikal suatu saham.

Seorang trader akan memanfaatkan fluktuasi naik turunnya saham dalam jangka waktu tertentu. Ketika harga turun dia akan membeli dan akan menjual sahamnya ketika harga sudah naik. Kapan harga turun dan harga naik? Tentu saja dapat diihat melalui pergerakan saham dan analisa teknikal yang terdapat dalam chart suatu saham. Jadi bagaimana? Apakah kamu sudah menentukan posisi ketika masuk ke pasar modal?

3. Buat analisa mandiri

Ketika kamu sudah menentukan posisi baik sebagai investor maupun trader maka yang perlu kamu lakukan adalah menganalisa saham secara mandiri. Saham perlu dianalisa untuk memutuskan waktu jual dan waktu beli.

Seorang investor biasanya akan membeli saham secara rutin selama tidak ada yang berubah dari fundamental perusahaannya dan menjual sahamnya ketika sudah mendekati target jual. Seorang trader biasanya membeli saham ketika dari grafik harga akan menunjukkan kenaikan dan mulai menjual ketika harga akan sudah lebih tinggi dari harga bellinya.

Membuat analisa secara mandiri sangat penting bagi trader dan investor untuk bisa survive di pasar modal. Dengan membuat analisa mandiri, investor dan trader dapat meminimalisir noise dari berita maupun pom pom saham.

4. Jangan ikut-ikutan

Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak artis, tokoh agama bahkan anak pejabat yang sering mengunggah mengenai saham. Dalam unggahan tersebut, mereka kerap kali menyebut kode emiten. Sebagai follower bijak ketika mendapat info mengenai sebuah emiten. Apakah kamu akan langsung membelinya karena takut kehilangan momen? Tentu saja jangan ya, karena belum tentu kode emiten yang disebutkan para public figure sesuai dengan posisi kamu di pasar modal. Analisa Kembali kode emiten yang mereka sebutkan di media sosialnya. Tidak perlu terburu untuk mengeksekusi beli. Syukur-syukur kamu dapat cuan ketika kamu ikut membeli, coba bayangkan jika kamu ikut membeli dan harrga sahamnya malah sahamnya turun.

5. Cari mentor yang tepat

Pasar modal merupakan samudera yang samudera yang sangat luas. Banyak sekali yang perlu dipelajari ketika sudah memasuki pasar modal. Belajar, belajar dan belajar merupakan kunci sukses berinvestasi di pasar modal. Jika dirasa kalian memiliki kesulitan di pasar modal, tidak ada salahnya kamu mencari mentor untuk memandu kamu menelusuri luas nya pasar modal. Ibarat orang yang baru belajar bereneng, diperlukan mentor yang cukup berpengalaman untuk mengajarkan bereneng karena jika tidak ada mentor kamu bisa tenggelam di dalamnya. Carilah mentor yang membantu kamu dalam memahami transaksi di pasar modal, bukan hanya yang memberikan kamu rekomendasi jua dan beli saham. Di teknologi yang sudah canggih ini, sungguh mudah mencari mentor saham, kalian bisa cari di berbagai media sosial baik dari video youtube maupun unggahan Instagram.

Selain itu mentor juga bisa konsultasi melalui aplikasi perencanaan keuangan (seperti konsultasi ke dokter itu tuuuuh), aplikasi yang memberikan layanan ini secara gratis adalah Moneesa yang bisa diunduh di sini. Dan kalau mau belajar mengelola bujet bulanan anda bisa ikut kelas basic perencana keuangan yang infonya bisa dibuka disini https://bit.ly/3nuJYO8 bahkan dengan materi tersebut anda bisa menjadi seorang perencana keuangan. Selain itu juga ada lho kelas belajar sendiri untuk materi perencanaan keuangan dasar, reksadana dan asuransi, linknya bisa dibuka di sini https://bit.ly/IARFC-Online . Sementara untuk melakukan perbandingan produk dan premi serta menghitung kebutuhan asuransi jiwa anda, bisa dilakukan secara gratis dengan menggunakan aplikasi Bregaswaras yang bisa diunduh di sini.

Di tengah maraknya fenomena investasi saham, sebagai pelaku pasar modal baiknya kamu tetep terus berlajar. Tidak perlu jumawa ketika mendapatkan cuan, tidak perlu stress ketika mendapatkan harga saham turun. Market selalu benar, pahami lah risk and reward di pasar modal. Tentu kamu tidak mau bukan uang hasil jerih payah yang kamu tanamkan di pasar modal tergerus karena kamu tidak mau mempelajari pasar modal?

Saksikan juga 'Saran Perencana Keuangan Aidil Akbar Jika Rugi Investasi Saham':

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)