Siapa Sangka Duit Ada Penyakitnya? (1)

Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Rabu, 21 Apr 2021 04:30 WIB
Ilustrasi THR
Foto: shutterstock
Jakarta -

Siapa sangka kalau ternyata duit itu ada penyakitnya lho. Yes penyakit duit. Sebenarnya bukan duit sih yang bikin jadi penyakit, tapi cara kita memandang duit alias uang itu yang bikin jadi penyakit dan ujung-ujungnya kita jadi boros sehingga tidak bisa menabung, berinvestasi, ataupun mengelola keuangan kita.

Dan hebatnya, tidak banyak orang yang tahu dan sadar tentang penyakit duit ini, sehingga mereka sendiri tidak sadar apabila sedang terkena penyakit duit ini. Padahal bila kita mengetahuinya maka kita bisa menghindar atau melakukan sesuatu terhadap hal tersebut sehingga kita bisa lebih mengatur keuangan dengan lebih baik dan benar.

Nah kira-kira apa saja sih penyakit duit yang ada? Yuk kita bahas secara singkat di sini agar kita bisa mengidentifikasi penyakit tersebut untuk bisa dihindari.

Emosi

Saya sering sekali mengatakan di banyak kesempatan bahwa duit alias uang itu adalah emosi. Inilah sumber dari malapetaka itu. Sebagai contoh nih, berapa banyak dari orang-orang yang mencari hiburan atau pelarian dengan berbelanja? Nah ngaku aja. Ini adalah salah satu bentuk emosi.

Fakta dan statistik menyatakan bahwa salah satu penyebab utama perceraian adalah karena masalah ekonomi. Lagi-lagi uang penyulut keributan yang disebabkan karena emosi dalam sebuah rumah tangga. Berapa banyak orang yang ribut besar karena masalah uang?

Bahkan dalam kasus waris ada istilah yang mengatakan "uang tidak ada saudaranya" yang artinya gara-gara uang (dalam hal ini harta waris) menyebabkan hubungan darah (saudara) bisa pecah atau putus. Ini juga menunjukkan bahwa uang melibatkan emosi.

Kepiawaian kita mengkontrol emosi diri dan emosi kita terhadap uang akan menentukan seberapa boros kita dalam mengelola keuangan dan cash flow bulanan kita.

Gengsi

Ini salah satu penyakit duit atau uang yang paling ngeri, apalagi di zaman sekarang ini. Di zaman serba media sosial di mana orang cenderung saling pamer atas apa yang mereka miliki di media sosial (biasanya Instagram), maka hal tersebut akan memacu gengsi kalian untuk juga mengikuti apa yang orang lain lakukan via media sosial tersebut. Rasa gengsi menimbulkan rasa tidak mau kalah yang berbuntut kalian juga harus melakukan hal yang sama atau bahkan lebih lagi untuk menunjukkan bahwa kalian juga bisa kemampuan yang sama.

Seringkali tekanan dari lingkungan, teman kantor, teman-teman sepermainan atau teman-teman berkumpul lainnya bisa juga menjadi penyebab timbulnya gengsi yang membuat banyak orang cenderung menjadi boros.

Saat ini dikenal istilah FOMO atau fear of missing out yang artinya kira-kira rasa takut tidak bisa diterima oleh pertemanan atau kumpulan kalian karena tertinggal alias tidak mengikuti trend yang sedang ada.

Nah, FOMO ini juga menjadi bagian dari gengsi tadi yang berakibat keuangan kamu bisa menjadi boros. Boros akan menyebabkan kita mengeluarkan uang di luar bujet pengeluaran rutin bulanan.

Itu sebabnya penting untuk selalu punya bujet bulanan secara terinci agar kita bisa menjaga pengeluaran tersebut dan tidak tergoda untuk menjadi boros. Salah satu cara untuk membuat dan menjaga bujet adalah dengan mencatatnya secara rutin.

Untuk mencatat keuangan anda bisa menggunakan tools seperti financial calculator atau aplikasi seperti yang bisa diunduh di sini. Kalau ingin belajar perencanaan keuangan sendiri bisa mengikuti workshop basic financial planning, info bisa dibuka di sini.

Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini.

Nah, selain dua penyakit duit di atas, apalagi penyakit-penyakit duit yang bisa menghinggapi kita yang bisa memboroskan uang kita? Simak di artikel berikutnya.

(ara/ara)