Berapa Idealnya Jatah Bagi-bagi THR buat Keponakan?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 14:17 WIB
Close up of a person counting money, Uang Indonesian rupiah, cash in hand concept
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone
Jakarta -

Lebaran selalu identik dengan bagi-bagi rezeki ke saudara pakai tunjangan hari raya (THR) yang diterima. Akan tetapi, jangan sampai malah bikin pusing, lantaran THR yang diterima malah ludes untuk bagi-bagi rezeki tadi.

Lalu, bagaimana cara atur keuangannya biar uang THR tak ludes bagi-bagi ke saudara saja?

Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Asad, sebelum bagi-bagi rezeki ke saudara atau keponakan ada baiknya direncanakan dulu, saudara mana saja yang mau diberi THR. Upayakan rezeki yang akan dibagi-bagi tidak lebih dari 30% uang THR yang diterima.

"Sebaiknya dibatasi setidaknya maksimal 30% dari THR yang kita dapatkan, lebih kecil tentu saja tidak masalah dari porsi tersebut, tapi kalau lebih besar berarti sudah terlalu berlebihan dan akan malah mengganggu kebutuhan kita sendiri dan keluarga," ujar Tejasari kepada detikcom, Selasa (4/5/2021).

Sebelum itu, alangkah baiknya prioritaskan uang THR untuk membayar kewajiban-kewajiban selama Lebaran seperti membayar zakat, infaq, dan sedekah. Lalu untuk keperluan pribadi dan keluarga, bahkan utang-utang yang perlu dilunasi.

Perencana Keuangan sekaligus Pendiri dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno bahkan menyebut bagi-bagi THR ke saudara atau keponakan itu tidak wajib.

"Harus dipahami dulu itu tidak wajib ya. Itu tradisi saja, nggak ngasih juga nggak masalah," katanya.

Akan tetapi, bila memang ingin tetap menjalankan tradisi itu harus tetap terkendali.

"Ini ada triknya, keponakan yang masih kecil angpau-nya kecil, kalau yang besar tapi ada batasan usianya juga ya, rada gedean ya, jadi proporsional," ucapnya.

Lalu, akan lebih baik lagi dibuat prioritas. Utamakan bagi-bagi rezeki kepada saudara atau keponakan dari keluarga yang kurang mampu saja.

"Kalau mau kasih begitu utamakan keluarga yang tidak mampu, itu baru menolong. Kalau keponakan yang orang tuanya udah kaya raya Anda kasih duit lagi untuk meramaikan suasana, faedahnya kurang, kegiatan ibadah dibayar uang, kurang ya," imbuhnya.

Serupa dengan Tejasari, Mike mengingatkan masyarakat untuk bisa mengutamakan alokasi pada pos-pos pengeluaran wajib Lebaran terlebih dahulu. Baru setelah itu, bolehlah disisihkan untuk hal-hal seperti bagi-bagi ke keponakan atau yang lainnya. Namun, ada baiknya juga disimpan sebagian sebagai dana darurat atau bisa juga untuk menambah investasi.

"Jadi kalau dana darurat udah oke, sudah cukup, utang juga udah beres, itu tetap saya saranin 10-30% dipotong untuk tambahin investasi Anda, contoh investasinya beli emas," sambungnya.

Simak juga 'Kata Perencana Keuangan soal Euforia Berbelanja Pakai Duit THR':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)