Libur Lebaran Bikin Kantong Kempes? Ini Tipsnya Biar Nggak Melarat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 15 Mei 2021 18:30 WIB
Ilustrasi perencanaan keuangan
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Libur Idulfitri atau Lebaran hampir selesai. Uang tunjangan hari raya (THR) juga mungkin sudah menipis. Tapi masih ada kewajiban bulanan yang menunggu untuk dibayarkan.

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho mengungkapkan memang saat lebaran biasanya orang akan berbelanja lebih banyak dibandingkan biasanya.

Namun jika mengelolanya secara bijak, maka bisa meringankan kebutuhan di bulan berikutnya. "Jadi sebelumnya kalau dapat THR itu harus belanja secara bijak, awalnya harus disisihkan untuk kebutuhan yang urgent paska Lebaran misalnya untuk cicilan kredit, utang, tagihan air dan beli token listrik," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Andy menyebutkan hal-hal tersebut merupakan kebutuhan prioritas yang harus diutamakan. Sehingga setelah lebaran tetap punya uang. Hal ini harus dilakukan secara disiplin. Apalagi jika menggunakan layanan paylater atau kartu kredit.

"Boleh saja berbelanja menggunakan kedua layanan tersebut, tapi juga harus berhati-hati karena pada hakikatnya layanan itu adalah utang dan bukan uang lebih. Jadi kalaupun belanjanya pakai PayLater atau CC harus disesuaikan dengan budget yang dianggarkan," tambah dia.

Andy mengatakan, hal ini sangat perlu dilakukan sebelum menggunakan uang THR untuk kebutuhan yang lain. "Memang THR ini kan extra income tapi sebaiknya prioritaskan untuk melunasi utang yang ada," tambah dia.

Dia mengungkapkan dari THR tersebut juga harus disisihkan untuk menabung atau berinvestasi. Jumlahnya bisa mulai dari 10% - 30% dari total THR yang didapatkan.

"Harus ada alokasi di awal untuk tabungan dan investasi itu juga wajib setelah menyisihkan untuk pembayaran tagihan wajib. Nah sisanya baru digunakan untuk membeli kebutuhan lebaran, membagi angpau untuk sanak keluarga dan sedekah," tambah dia.

(kil/eds)