Ingin Cuan? Hindari 6 Kesalahan Investasi Reksadana Ini!

Content Promotion - detikFinance
Sabtu, 05 Jun 2021 09:00 WIB
Ilustrasi Investasi
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Investasi reksadana kini sudah menjadi salah satu pilihan populer banyak investor. Selain mudah dilakukan karena kini ada banyak aplikasi finansial yang menawarkan reksadana online seperti Pluang. Instrumen investasi ini juga sangat mudah dijual.

Selain itu ada manajer investasi yang akan membantu Anda untuk mendiversifikasi portofolio, sehingga menurunkan risiko rugi dan menjaga return asset tetap stabil. Meski demikian, Anda pun harus punya pengetahuan yang cukup jika ingin mulai berinvestasi reksadana untuk menghindari risiko kerugian. Agar investasi reksadana Anda mendulang cuan seperti yang diharapkan, hindari kesalahan-kesalahan berikut ini.

1. Tidak Punya Tujuan Investasi

Investasi merupakan salah satu cara terbaik untuk mengembangkan aset yang Anda miliki. Agar mendapatkan produk reksadana yang tepat, Anda wajib menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Jangan hanya ikut-ikutan karena FOMO.

Anda harus menetapkan tujuan yang ingin dicapai, apakah untuk dana di hari tua, persiapan biaya anak sekolah atau dana untuk pensiun dini? Dengan begitu Anda memiliki tujuan jelas dan gambaran investasi yang harus dilakukan.

2. Tidak Riset Terlebih Dahulu

Meski nantinya ada manajer investasi yang mengelola aset reksadana Anda, namun melakukan riset dan membekali diri mengenai investasi ini juga tetap penting. Karena Anda jadi bisa mengukur risiko produk reksadana yang dipilih, tren imbal hasil, rasio beban dan ukuran aset, serta banyak lagi lainnya.

3. Tidak Siap dengan Fluktuasi Nilai

Semua jenis investasi memiliki risiko masing-masing, termasuk risiko fluktuasi harga. Reksadana pun demikian. Namun jika Anda masih panik saat melihat portofolio menjadi merah, maka Anda belum siap menjadi investor sesungguhnya.

Anda harus memahami investasi dilakukan dalam jangka panjang, sehingga tidak perlu khawatir berlebihan jika ada koreksi karena biasanya hanya sementara. Akan lebih baik jika Anda melakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum membeli reksadana agar lebih melek terkait kemungkinan harga naik dan turun yang bisa membuat banyak investor jantungan.

4. Ingin Cepat Untung

Salah satu tujuan investasi adalah mendapatkan keuntungan sehingga aset keuangan Anda bertambah. Namun jangan berpikir jika setiap investasi reksadana akan menghasilkan keuntungan saat itu juga.

Sama seperti emas, reksadana adalah investasi jangka panjang, sehingga Anda tidak akan langsung merasakan keuntungannya dalam waktu singkat, seperti bulanan. Jangan sampai Anda menjadi tidak sabaran, lalu berhenti di tengah jalan karena merasa reksadana tidak menguntungkan.

5. Tidak Diversifikasi Jenis Reksadana

Diversifikasi merupakan salah satu cara meraup cuan dari reksadana. Karena setiap jenis reksadana memiliki aset dasar yang pergerakan nilainya tidak bersamaan antara satu dengan lainnya.

Anda bisa mencoba berinvestasi pada dua atau tiga jenis reksadana yang berbeda, sambil terus memperhatikan kinerjanya. Sehingga pada akhirnya bisa memilih produk mana yang terbaik sesuai tujuan investasi Anda.

6. Pakai Semua Tabungan untuk Reksadana

Investasi reksadana dalam jangka panjang tentu menawarkan keuntungan. Tapi jangan jadikan hal ini alasan untuk Anda menggunakan semua pendapatan beserta tabungan untuk diinvestasikan pada reksadana.

Anda tetap butuh menabung untuk dana darurat dan menyisihkan biaya sehari-hari. Sisanya baru diinvestasikan. Jangan sampai Anda tidak punya dana darurat karena ingin jor-joran berinvestasi reksadana.

Nah itulah tadi berbagai kesalahan yang harus Anda hindari jika ingin investasi reksadana. Selain itu penting juga untuk memilih perusahaan atau aplikasi penyedia reksadana terbaik untuk keamanan transaksi dan aset Anda. Jadi, sudah siap untuk investasi reksadana?



Simak Video "Banyak Jenisnya, Mana Produk Investasi yang Paling Menguntungkan?"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)