Dorongan Konsumsi Tinggi, Begini Cara Mudah & Cerdas Kelola Uang

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 28 Jun 2021 17:59 WIB
DANA
Foto: shutterstock
Jakarta -

Masyarakat saat ini punya tantangan tersendiri dalam hal pengaturan dan pengelolaan keuangan. Sebab banyaknya pengeluaran, tuntutan gaya hidup, dan dorongan konsumsi yang tinggi kerap menjadi faktor kegagalan dalam mengatur keuangan.

Padahal pengelolaan uang yang buruk dan kurang sehat tak hanya berdampak untuk saat ini, tetapi juga di masa yang akan datang. Makanya pengelolaan keuangan harus dilakukan sejak dini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar masyarakat cerdas dalam mengelola keuangan di tengah tuntutan gaya hidup dan dorongan konsumsi yang tinggi.

Tentukan Prioritas Kebutuhan

Istilah 'kamu hanya hidup sekali' atau YOLO (You Only Live Once) sering kali dijadikan justifikasi masyarakat saat ini, terutama milenial dalam perilaku konsumtif. Ini membuat mereka tanpa pikir panjang menghabiskan uang hanya untuk mengikuti tren tanpa memahami skala prioritas kebutuhan.

Tak jarang, kebutuhan yang bersifat sekunder bahkan tersier seperti belanja online dan nongkrong malah lebih didahulukan dibanding kebutuhan primer dan wajib seperti untuk makan sehari-hari dan menabung. Makanya tentukan prioritas kebutuhan saat ini dan yang akan datang.

Gunakan Strategi Pengelolaan Keuangan yang Benar

Skema 50-20-30 yang merupakan metode populer dari pakar keuangan dari AS, Elizabeth Warren, bisa jadi referensi. Maksudnya, kamu bisa mengalihkan 50% dari penghasilan bersih untuk kebutuhan pokok, 20% untuk menabung dan investasi, dan 30% untuk gaya hidup.

Nah, alokasi 20% untuk menabung dan investasi ini lebih baik disiapkan sejak awal bulan. Jika perlu, kamu juga bisa memisahkan rekening pengeluaran dan tabungan untuk memaksimalkan kondisi finansial.

Asuransi, Menabung, dan Berinvestasi Dulu, Baru Kebutuhan Tersier

Hidup dengan skema keuangan tersebut bukan berarti menghalangi kamu tak boleh membeli barang atau produk tersier, seperti handphone keluaran terbaru hingga untuk jalan-jalan. Kamu tetap boleh membelinya dengan syarat kebutuhan pokok sudah terpenuhi. Kamu juga harus sudah menyisihkan uang untuk asuransi, tabungan, dan investasi.

Selain itu, jangan khawatir saat menginginkan produk atau tujuan tertentu yang membutuhkan uang yang harus dikumpulkan. Sebab kamu bisa menggunakan berbagai layanan dan fitur perencanaan keuangan, salah satunya dengan menggunakan fitur DANA Goals pada aplikasi Dana.

Di DANA Goals ini, pengguna bisa menetapkan sampai sepuluh tujuan atau goal dari tabungan kita. Pengguna tinggal menentukan sendiri hal yang ingin dicapai untuk setiap tujuan, misalnya untuk beli smartphone baru, beli sepatu baru, atau staycation.

DANADANA

Ini membuat merencanakan keuangan jadi #BebasDrama. Dengan pakai DANA, kamu bisa lebih mudah untuk bertransaksi mulai dari beli pulsa, bayar tagihan, nabung eMAS, sampai beli asuransi.

(ega/hns)