Hindari 4 Kesalahan Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 16 Agu 2021 07:20 WIB
Ilustrasi Reksa Dana
Ilustrasi/Foto: Dok Bank Mega
Jakarta -

Reksa dana menjadi sebuah produk investasi yang membuat banyak orang tertarik. Bukan hanya karena imbal hasil yang ditawarkan, tetapi juga kemudahan transaksi yang membuatnya menjadi pilihan.

Sayangnya, ketertarikan itu belum diiringi dengan pengetahuan yang cukup sehingga membuat banyak orang, mungkin juga termasuk Anda, melakukan 4 kesalahan ini. Sehingga tidak aneh, meski sudah berinvestasi di reksa dana, tapi cuan belum juga dihasilkan.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil investasi maksimal dari dana yang ditempatkan di reksa dana, maka jangan lakukan 4 kesalahan berinvestasi di reksa dana berikut ini:

1. Berinvestasi Tanpa Tujuan

Berinvestasi tanpa tujuan kemungkinan besar akan membuat Anda serampangan. Baik dalam memutuskan produk yang akan dipilih, jangka waktu, atau banyaknya dana yang ditempatkan. Inilah yang kemudian membuat hasil investasi Anda menjadi tidak maksimal.

Lebih berbahaya jika Anda berinvestasi di reksa dana hanya karena ikut-ikutan tren atau sekadar kata teman. Berbahaya disini bukan tentang uangnya dibawa kabur. Selama akun atas nama Anda dan dijaga kerahasiaannya, maka dana Anda aman tersimpan.

Yang dimaksud berbahaya disini adalah adanya potensi kerugian yang mungkin didapatkan. Karena tidak siap dengan risiko yang ada, akhirnya Anda panik menjual reksa dana-nya dan mendapatkan kerugian.

Hal yang berbeda jika Anda memiliki tujuan dalam berinvestasi reksa dana. Bila saat ini nilai investasinya turun sedangkan tujuan keuangan Anda masih sepuluh atau lima belas tahun lagi, maka Anda akan cenderung santai-santai saja bukan?.

Apalagi, jika keputusan Anda berinvestasi di reksa dana disertai dengan kemampuan menganalisa dan memilih reksa dana yang tepat bagi Anda. Tentu kerugian kecil bukan masalah besar bagi Anda.

Sehingga, jika Anda ingin hasil investasi yang maksimal, menentukan tujuan investasi menjadi penting untuk dilakukan bahkan sebelum memutuskan menempatkan sejumlah dana di reksa dana.

2. Tidak Mempertimbangkan Profil Risiko

Mencocokkan profil risiko dengan jenis reksa dana yang dipilih akan memberikan Anda kenyamanan dalam berinvestasi. Bila profil risiko Anda sesuai dengan risiko yang ada pada sebuah reksa dana, Anda akan tetap tenang meski ada kerugian.

Oleh karena itu, mengetahui profil risiko sebelum berinvestasi menjadi sebuah hal yang penting bagi Anda. Supaya, investasi yang dilakukan tidak membuat Anda panik dan terus berkembang, istilahnya "tidak dikit-dikit dijual/dicairkan".

Tidak perlu malu jika profil Anda termasuk konservatif atau moderat. Toh, yang membedakan hasil penilaian profil risiko adalah pengetahuan dan pengalaman seseorang dalam berinvestasi saja.

Artinya, Anda bisa mencari tahu untuk menambah pengetahuan tentang karakteristik sebuah produk investasi. Selain itu, Anda juga bisa memulai dengan berinvestasi di reksa dana pasar uang sebagai langkah awal merasakan sensasi berinvestasi reksa dana.

Seiring sejalan dengan investasi yang Anda lakukan, tidak terasa profil risiko Anda semakin naik juga. Mungkin awalnya konservatif, pelan-pelan jadi berkembang. Mungkin sebelumnya cuan sedikit, lama-lama hasilnya lumayan.

Profil risiko dan investasi terutama di reksa dana bisa dipelajari secara detil melalui workshop dan kelas perencanaan keuangan. Salah satunya adalah workshop Perencana Keuangan yang versi lengkapnya bisa dilihat di sini. Yang mau level Intermediate juga boleh dan terbuka untuk semua orang yang sudah punya sertifikasi perencana keuangan lainnya seperti CFP atau CWM, info bisa dibuka di sini.

Sementara untuk workshop asuransi saja bisa dibuka di sini, lumayan ilmunya berguna daripada seperti kebanyakan orang Indonesia salah beli asuransi.

Anda juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini.

Dua dari empat kesalahan telah kita bahas di artikel ini, dua lagi akan kita bahas di artikel berikutnya sehingga bisa mencegah kita melakukan kesalahan dalam berinvestasi di reksa dana. Tunggu artikelnya.

(eds/eds)