Hindari 4 Kesalahan Pemula saat Berinvestasi Reksa Dana (2)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 08:20 WIB
Ilustrasi Reksa Dana
Ilustrasi/Foto: Dok Bank Mega
Jakarta -

Dua kesalahan pertama dalam berinvestasi di Reksa Dana bagi pemula telah kita bahas di artikel sebelumnya. Nah, dalam artikel kali ini kita akan bahas dua kesalahan berikutnya. Hal ini penting untuk menghindari atau menekan kerugian ketika kita berinvestasi pada produk keuangan ini. Apa saja kah itu?

3. Sibuk Membandingkan Aplikasi

Dewasa ini, semakin banyak tempat yang bisa Anda pilih untuk membeli reksa dana. Entah itu aplikasi handphone khusus yang menjual reksa dana ataupun marketplace yang kemudian membuat menu khusus untuk berinvestasi.

Perlulah diingat bahwa aplikasi handphone ataupun marketplace hanyalah agen penjual reksa dana. Sehingga kurang tepat jika Anda mengatakan bahwa Anda berinvestasi reksa dana di Bebet, atau Anda berinvestasi di tokopandai.

Karena sesungguhnya, Anda tidak berinvestasi di aplikasi ataupun marketplace, tetapi Anda hanya menggunakan aplikasi bebet, atau marketplace seperti tokopandai untuk membeli reksa dana.

Hal ini sama ketika Anda membeli makanan, entah itu di aplikasi seperti gojek, grab, atau shopee food. Anda bukan membeli makanan produksi tiga aplikasi tersebut, tetapi Anda membeli makanan melalui 3 aplikasi tersebut.

Sehingga, yang perlu Anda bandingkan bukan hanya aplikasinya saja. Tetapi lebih penting, Anda membandingkan tentang kinerja reksa dana-nya. Mana kiranya, reksa dana yang bisa memberikan keuntungan maksimal untuk Anda.

4. Terlalu Banyak Membandingkan Reksa Dana

Membandingkan itu baik. Dengan membandingkan, Anda akan mengetahui mana reksa dana yang memiliki kinerja baik, dan mana reksa dana yang kinerjanya tidak terlalu baik. Tapi terlalu banyak membandingkan akan menjadi hal yang kurang baik bagi Anda.

Dengan terlalu banyak membandingkan, Anda akan bingung sendiri. Mana sebenarnya reksa dana yang tepat untuk Anda pilih sebagai investasi yang tepat untuk mencapai tujuan keuangan Anda di masa depan?

Apalagi, jika Anda membandingkan setiap reksa dana tanpa memiliki ilmu yang mumpuni. Dengan kata lain, Anda hanya membandingkan setiap reksa dana untuk mencari mana memberikan untung lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana yang lainnya.

Bila Anda melakukan hal ini, mungkin Anda akan mengetahui mana reksa dana yang memberikan untung tinggi, tapi apakah Anda tidak bisa mengetahui bagaimana kinerja reksa dana tersebut secara keseluruhan?

Hasilnya tentu berbeda jika Anda memiliki ilmu yang mumpuni untuk menilai sebuah reksa dana. Anda akan tahu, mana reksa dana yang dapat memberikan keuntungan besar secara konsisten, dan mana reksa dana yang tahan banting terhadap krisis.

Untuk bisa mengetahui cara memilih Reksa Dana yang benar, anda bisa mempelajari ilmunya melalui workshop dan kelas Perencanaan Keuangan. Salah satunya direkomendasikan bisa dilihat di sini. Yang mau level Intermediate juga boleh dan terbuka untuk semua orang yang sudah punya sertifikasi perencana keuangan lainnya seperti CFP atau CWM, info bisa dibuka di sini. Sementara untuk workshop asuransi saja bisa dibuka di sini, lumayan ilmunya berguna daripada seperti kebanyakan orang Indonesia salah beli asuransi.

Anda juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini.

Simak juga Video: Ini Kata Young Investor Pilih Kripto atau Saham

[Gambas:Video 20detik]




(eds/eds)