Mau Mulai Investasi Reksa Dana Saham? Baca Ini Dulu Biar Nggak Deg-degan

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 14 Agu 2021 09:25 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif di angka 7,07% year on year (yoy) pada kuartal II-2021. Meski demikian, negara masih bergelut oleh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.

Untuk itu, melihat adanya pertumbuhan ekonomi yang positif, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia melihat adanya potensi pemulihan ekonomi lebih lanjut. Reksa dana saham dapat menjadi pilihan di periode yang sesuai sebagai entry point seperti saat ini, terutama bagi investor jangka panjang dan atau berprofil agresif.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Freddy Tedja, membagikan kiat dalam memilih reksa dana saham. Berikut kiat-kiatnya:

1. Sesuaikan dengan Tujuan Investasi

Rencanakan dan pastikan kapan dana investasi ini akan dimanfaatkan. Menurut Freddy berinvestasi di reksa dana saham memang menawarkan peluang pertumbuhan yang tinggi, namun juga memiliki tingkat volatilitas atau risiko naik-turunnya harga yang sangat tinggi.

"Jadi, silahkan manfaatkan reksa dana saham untuk memenuhi tujuan keuangan dalam jangka waktu 10 tahun mendatang atau lebih, misalnya untuk persiapan pensiun," kata dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/8/2021).

Untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, sedikit porsi reksa dana saham tetap bisa dimanfaatkan sebagai booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi kita secara keseluruhan.

"Misalkan 10% dari komposisi portofolio kita ditempatkan di reksa dana saham, maka sisanya bisa ditempatkan di investasi lainnya yang risikonya cenderung lebih rendah, seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang," lanjutnya.

2. Pilih Manajer Investasi Terpercaya

Harus mencari tahu rekam jejak Manajer Investasi (MI) yang akan mengelola dana kita. Cek legalitas MI di situs OJK (https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx).

Kita juga bisa memeriksa rekam jejak MI melalui situs perusahaan MI maupun beragam artikel berita. Selain itu, ada baiknya untuk mengetahui perusahaan yang terafiliasi dengan MI tersebut, para profesional di dalamnya, serta tata kelola perusahaan yang diterapkan di MI tersebut.

3. Cari Strategi Pengelolaan

Ada banyak reksa dana saham yang bisa dipilih, masing-masing reksa dana saham memiliki strategi pengelolaan. Ada yang menggunakan tema investasi berdasarkan kapitalisasi pasar, syariah, konvensional, ESG, dan lain sebagainya, atau berdasarkan sektor tertentu seperti infrastruktur, teknologi dan yang lainnya.

"Kita harus mendapat informasi lengkap mengenai hal tersebut, memilih yang paling sesuai dengan tujuan investasi kita," ujar dia.

Jangan lupa perhatikan kinerja reksa dana. Cek halaman berikutnya.