Bingung Beli Apartemen atau Rumah? Milenial Wajib Tahu!

Lolita Setyawati – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Jumat, 29 Okt 2021 09:00 WIB
A couple in their 50s moves in to their new home, unpacking boxes and enjoying the time together.  Could also depict moving out of a home.
Foto: Istock
Jakarta -

Masih satu seri artikel dengan "Katanya Generasi Milenial Tidak Mampu Punya Rumah", banyak orang yang berpikir bahwa untuk punya rumah harus mempersiapkan harga rumah saja, padahal tidak demikian lho.

Selain dana sebesar harga rumah, kita juga harus menyiapkan dana untuk biaya-biaya lain yang mungkin timbul dengan nilai bisa mencapai 15% dari harga rumah, antara lain yaitu:

1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
2. Biaya Balik Nama (BBN)
3. Biaya Pajak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
4. Biaya Pajak Penghasilan (PPh), bila tidak semua ditanggung Penjual.
5. Biaya Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), bila membeli langsung ke
Pengembang dengan luas tanah minimal 150 m2
6. Biaya Akta Jual Beli (AJB)
7. Biaya cek sertifikat
8. Biaya Notaris
9. Biaya KPR Bank seperti: appraisal dan provisi
10. Biaya premi asuransi jiwa
11. Komisi agen properti (bila ada)

Selain biaya tambahan di atas, terdapat biaya yang tidak kalah besar jumlahnya yaitu biaya untuk renovasi persiapan agar rumah siap kita huni. Biaya ini biasanya harus dikeluarkan oleh pembeli khususnya apabila membeli rumah bekas, dan jumlahnya seringkali kurang bisa dikontrol oleh calon pemilik rumah.

Apabila kita sudah dapat memenuhi kedelapan tanda-tanda kesiapan membeli rumah di atas maka kita siap untuk membeli tempat tinggal sendiri. Lalu bagaimana cara memilih hunian yang tepat sesuai kebutuhan kita?

Jangan sampai kita sudah terlanjur mengeluarkan dana yang sangat besar untuk sebuah hunian yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi kita, karena menjual kembali juga tidak mudah.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih tempat tinggal:

1. Tentukan Tipe Hunian

Tipe hunian umumnya ada dua, yaitu apartemen dan rumah tapak. Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan apartemen antara lain lokasi strategis, praktis, fasilitas lengkap.

Sedangkan kekurangannya adalah lebih sempit, tidak memiliki tanah sendiri, semua fasilitas harus berbagi dengan penghuni lain, dan tidak memiliki halaman sendiri.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Sementara itu untuk rumah tapak keunggulannya adalah memiliki tanah sendiri, lebih terbuka, dan bisa mempunyai taman sendiri. Namun kekurangannya lokasi biasanya kurang strategis bila dibandingkan dengan apartemen dengan harga yang sama, fasilitas belum selengkap apartemen dan lebih banyak biaya yang harus dikeluarkan per bulan (gaji asisten rumah tangga, perbaikan rumah, dan sebagainya).

Rumah tapak juga terdiri dari dua jenis, yaitu rumah baru dan rumah bekas. Kelebihan rumah bekas dibanding baru adalah lokasi lebih strategis, harga lebih rendah dan lingkungan sudah terbentuk. Sedangkan rumah baru yang langsung dibeli melalui pengembang tentunya lebih modern, bangunan lebih baru, dan fasilitasnya lebih kekinian.

Kelebihan dan kekurangan apartemen dan rumah tapak dapat dijadikan bahan pertimbangan dengan menyesuaikan kebutuhan kita sekarang dan di masa depan, misalnya jumlah anggota keluarga, lokasi kerja dan preferensi kita.

Sudah dihitung belum biaya yang keluar antara pakai rumah tapak dengan apartemen? Coba deh belajar menghitung dan buat bujetnya. Bisa tuh dipelajari dengan ikutan workshop seerti di sini, sementara untuk belajar investasi terutama di reksa dana bisa cek di sini. Nah workshop ini juga ada versi Syariahnya, untuk info bisa dilihat di sini ya.

Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri, mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita.
Untuk info-info kelas secara online baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini.

Terus, apalagi nih tips penting yang harus diketahui milenial sebelum membeli rumah pertama mereka? Cek terusanya di artikel berikutnya.



Simak Video "Tips dari Bos BCA untuk Milenial di Era Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)