Perhatikan! 4 Hal Ini Bukan Sumber Dana Daruratmu (2)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 07:45 WIB
The woman hand is putting a coin in a glass  bottle and a pile of coins on a brown wooden table,Investment business, retirement, finance and saving money for future concept.
Ilustrasi Mengatur Keuangan
Jakarta -

Setiap bicara tentang dana darurat, bagi mereka yang belum memilikinya pasti langsung kebingungan dan dalam hati berkata "trus saya harus mulai dari mana?" Itulah sebabnya tulisan ini dibuat. Ternyata ada 4 hal yang bukan sumber dana darurat kamu yang harus kamu hindari.

Nomor 1 dan 2 sudah kita bahas di artikel sebelumnya. Nah, kali ini kita bahas nomor 3 & 4 ya. Apa saja tuh? Simak di sini.

3. Dalam Instrumen Keuangan Dengan Profil Resiko Tinggi

Instrumen investasi yang kita sudah letakkan uang kita disana apalagi yang memiliki resiko tinggi seperti Saham, Mata Uang Kripto, Mata Uang Asing, bukan lah merupakan sumber dana darurat kita, mengapa demikian? dari awal aja udah melewati tahap perencanaan keuangan yang sehat dan semestinya seperti apa, poinnya harusnya memenuhi kebutuhan dana darurat dulu, baru mulai menentukan instrumen investasi, bukan berinvestasi dulu pada instrumen yang tinggi resikonya baru mulai menghimpun dana darurat, asumsinya kalau kita melakukan hal demikian, justru Ketika kita membutuhkan dana darurat, karena kita berinvestasi duluan dan pada instrumen tinggi resiko, maka kita akan segera mencairkannya, nah masalahnya bertambah Ketika hari itu instrumen investasi kita sedang dalam posisi rugi.

Hal tersebut selain mengurangi nilai investasi kita, kita juga kehilangan sejumlah dana darurat yang kita pikir akan bertambah, hasilnya justru sebaliknya, belum lagi ditambah tempo waktu pengambilan yang tidak bisa langsung dicairkan dalam menit detik itu juga, justru semakin memperburuk kondisi kita, maka jalan pintasnya kita akan menggunakan instrumen utang, atau meminjam uang kepada orang tua kita.

Dan pada akhirnya kita sudah memiliki keuangan yang bisa dibilang tidak sehat, dan Kembali bergantung kepada orang tua, dan akhirnya kita tidak menjadi mandiri secara keuangan, so perhatikan ya dengan seksama, uang dalam instrumen investasi berisiko tinggi bukan sumber dana darurat kita.

4. Tabungan Ketenagakerjaan Atau Jaminan Hari Tua

Kalau pada kasus kali ini, biasanya umum terjadi pada karyawan yang baru mengundurkan diri pada tempat kerja, mencairkan Tabungan Ketenagakerjaan, Jaminan Hari Tua, yang sudah cukup lama dikumpulkan sesuai dengan lama waktu bekerja mengabdi pada suatu perusahaan, karena kondisi yang banyak macam, terkena pemutusan hubungan kerja, atau mengundurkan diri tanpa memiliki dana darurat atau sumber penghasilan lainnya, yang ada malah mencairkan tabungan tersebut, dan beramsumsi sebagai dana darurat, iya sebenarnya sah-sah aja yang bekerja kita, yang menggunakannya juga untuk kita sendiri, bukan untuk orang lain, jadi dimana letak masalahnya?

Sebenarnya tidak menjadi soal sih, mau dipakai untuk apa saja tabungan tersebut, namun yang menjadi soal jika kita beramsusi tabungan tersebut adalah dana darurat kita, saat kita mengundurkan diri dan sudah atau belum mendapatkan sumber penghasilan baru, disana lah letak masalahnya, karena, hanya persoalan waktu uang yang sudah kita tabung, kita sisihkan perbulan dari lama waktu kita mengabdi pada suatu perusahaan, justru hilang sekejap dalam
waktu yang mungkin kurang dari tiga bulan, itu sangat disayangkan, makanya, tabungan tersebut bukanlah sumber dana darurat kita, baiknya, kita menghimpun sendiri dengan menyisihkan dari penghasilan bulanan kita.

Persiapan dana darurat terlihat simple, padahal sebenarnya tidak semudah yang dipikirkan banyak orang. Kalau mau belajar lebih detil bisa ikutan di workshop perencana keuangan level Intermediate info bias dilihat disini http://bit.ly/INTERMEDIATE11 dan yang level advance atau lanjutan bisa dilihat disini http://bit.ly/ADVANCE12-21 . Workshop lanjutan ini terbuka lho untuk pemegang gelar CFP dan CWM.

Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info- info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat disini http://bit.ly/IARFC-Online .

So, kembali lagi, pastikan kita memperhatikan bahwa empat hal tersebut bukanlah sumber dana darurat kita, pastikan dana darurat tersebut berasal dari uang yang kita sisihkan sendiri dan telah disesuaikan dengan kebutuhan kita mengenai besar kecil jumlahnya, semoga.

(fdl/fdl)