ADVERTISEMENT

Cara Alokasi Gaji buat Ongkos Plesir ke Borobudur

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 18:46 WIB
Tiket Borobudur 750 ribu ramai diperbincangkan. Kenaikan harga tiket candi di Jawa Tengah tersebut dianggap terlalu tinggi untuk sebuah tempat wisata.
Ilustrasi/Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Naik ke Candi Borobudur rencananya harus merogoh kocek untuk membeli tiket seharga Rp 750.000. Harga tersebut berlaku untuk turis domestik, sementara turis mancanegara membayar US$ 100 atau Rp 1.440.000 (kurs 14.400)

Nah, jika hendak berwisata ke Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini, tentu harus mengatur isi dompet biar nggak terkuras. Bagaimana caranya?

Menurut perencana keuangan Eko Endarto, berwisata perlu perencanaan dan perhitungan yang matang. "Dalam hal berwisata pun harus direncanakan atau dialokasikan dananya, nggak boleh asal-asalan," kata Eko kepada detikcom, Selasa (6/6/2022).

Eko menekankan pentingnya aspek perencanaan dan menyarankan masyarakat untuk menabung. "Misalnya, nabung dulu 3-4 bulan, jadi tidak menjadikan liburan itu sebagai pengeluaran yang tidak terencana," tambahnya.

Ia mencontohkan warga Amerika Serikat (AS) yang merencanakan jadwal liburan dengan matang. Menurutnya warga AS yang berwisata ke Disneyland sudah merencanakan itu jauh-jauh hari.

Sedangkan gaji tidak selalu jadi patokan untuk mengukur kemampuan berwisata. Menurutnya gaji Rp 5 juta atau Rp 4 Juta cukup untuk berwisata ke Candi Borobudur. Dengan catatan, yang bersangkutan tidak lagi memiliki utang atau kewajiban lainnya.

Alokasi gaji harus dipecah untuk dua prioritas, yaitu utang dan investasi. Rinciannya adalah 30% untuk bayar utang/cicilan, 20% investasi, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Dana wisata dapat diambil dari alokasi kebutuhan sehari-hari.

Perencana keuangan lainnya, Andy Nugroho membagi alokasi gaji untuk enam kebutuhan. Pertama adalah 55% untuk kebutuhan sehari-hari, 10% ditabung, 10% dana darurat, 10% hiburan, upgrade diri 10%, dan charity 5%.

Jika berwisata dapat memberikan benefit tertentu maka boleh saja masyarakat melakukannya. Namun Eko mengingatkan pentingnya manfaat investasi.

"Ya kalau main dirasa menguntungkan it's ok. Tapi ingat aja Rp 750 ribu itu sudah bisa beli saham loh, udah bisa untuk nabung emas," tutup Eko.

Sebelumnya, tiket naik ke Candi Borobudur rencananya dipatok Rp 750 ribu. Sementara tiket masuk ke kawasan candi masih tetap sama, yaitu Rp 50 ribu. Adapun alasan dari kebijakan ini adalah untuk membatasi jumlah pengunjung jadi 1.200 orang per hari.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT