ADVERTISEMENT

Memutus Rantai Generasi Sandwich Nggak Cukup Cuma Nabung, Ini Tipsnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 25 Jun 2022 15:30 WIB
Ilustrasi Tabungan Bokek
Ilustrasi Generasi Sandwich/Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang terjebak menjadi generasi sandwich. Generasi sandwich merupakan mereka yang terhimpit kebutuhan diri, keluarga, dan orang tua.

Menjadi generasi sandwich tidak mudah. Ada kesulitan yang dihadapi ketika mengatur keuangan karena banyak orang yang harus dibiayai dalam waktu bersamaan.

Mereka yang menjadi bagian dari generasi sandwich tak jarang mengalami tekanan yang di atas normal. Apalagi dengan beban finansial yang berat, mereka juga harus menyeimbangkan peran untuk merawat orang tua dan juga anak.

Wealth Management Head Bank OCBC NISP, Juky Mariska mengungkapkan memutus jeratan generasi sandwich bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan perencanaan keuangan yang baik. Serta pilihan investasi yang tepat.

Menurut dia tabungan tradisional tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pensiun itu. Tabungan juga harus ditransformasikan agar bisa memberikan hasil yang optimal dan hal ini dapat dilakukan dengan diversifikasi tabungan dan menempatkan dana di berbagai instrumen keuangan yang terjangkau.

"Bank OCBC NISP memiliki berbagai instrumen keuangan yang dapat membantu generasi muda untuk dapat mulai berinvestasi sesuai dengan risiko profil yang dimiliki," ujar dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/6/2022).

Untuk dapat secara efektif melakukan diversifikasi investasi, harus membekali diri dengan pemahaman yang tepat dan menyeluruh soal kondisi keuangan.

"Untuk memulai, kamu harus dapat memahami kondisi keuangan kamu dengan melakukan asesmen secara independen dan selalu bersemangat untuk mengikuti kelas keuangan. Bank OCBC NISP menyediakan Financial Fitness Check Up dan juga ruangan berbagai kelas keuangan yang dapat membuka wawasan kamu.Semua ini dapat diakses di www.ruangmenyala.com," jelas dia.

Tips Putus Rantai Generasi Sandwich:

- Untuk mengelola gaji, kamu menggunakan beberapa rumus. Misalnya kamu bisa membagi penghasilan kamu menjadi 50% untuk kebutuhan seperti bayar cicilan, tagihan, belanja bulanan dan lainnya. 30% nya kamu bisa masukan ke bagian untuk hiburan dan keinginan. Sisanya 10% untuk kamu tabung.Atau di rumus 40/30/20/10, kamu bisa atur 40% untuk kebutuhan, 30% untuk kewajiban, 20% untuk di tabung dan 10% untuk berdonasi atau kebaikan lain.
- Mencatat keluar masuk uang adalah hal yang sangat penting. Ini dibutuhkan untuk mengetahui pergerakan uang kamu setiap bulannya.
- Menambah sumber penghasilan dengan cara menyiapkan pasif income. Misalnya dengan investasi, sewa properti dan kemitraan.
- Siapkan program pensiun dari sekarang. Hal ini agar ketika memasuki usia pensiun tidak membebani anak anak yang sudah dewasa.
- Asuransi kesehatan wajib dimiliki untuk biaya berobat.
- Sampaikan kepada keluarga terkait kondisi keuangan. Kejujuran adalah hal yang sangat penting sehingga ini tak akan memberatkan di kemudian hari. Hal ini juga penting disampaikan agar orang tua bisa mengerti tentang kondisi keuangan dan akhirnya tak memaksa untuk membiayai mereka.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT