ADVERTISEMENT

Tips Atur Duit biar Lancar Bayar Cicilan Rumah

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2022 21:19 WIB
Setiap warga yang menerima Bantuan Sosial Tunai tersebut mendapatkan uang sebesar 300ribu per bulannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Mereka yang ingin membeli rumah harus cermat mengatur keuangan. Sebab, harga properti saat ini cukup tinggi, terutama di kota-kota besar.

Salah satu caranya adalah mengoptimalkan tabungan serta mengatur beban cicilan yang mampu dibayar.

"Dipecah untuk apa saja, saya menyarankan dana tabungn atau investasi 10%, dana darurat 10%, lalu selebihnya kebutuhan sehari-hari. Paling tidak investasi dan dana darurat diamanin dulu," kata perencana keuangan Andy Nugroho kepada detikcom, Rabu (6/7/2022).

Sumber dana yang dimaksud berasal dari pendapatan atau gaji bulanan. Setiap bulan, masyarakat harus menyisihkan sekitar 10% untuk menabung, 10% untuk dana darurat.

Adapun dana untuk membayar cicilan rumah, Andy menyarankan angka 30%. Misalnya, masyarakat berpenghasila Rp 5 juta sebaiknya tidak membeli rumah dengan cicilan di atas Rp 1,5 juta.

Sementara itu, sisa 50% dana gaji masyarakat bisa dipecah untuk kebutuhan lain, seperti upgrade skill, sedekah, hiburan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kemudian, terkait opsi membeli rumah secara kredit atau tunai, Andy menyebut perlu melihat kondisi finansial. Bila tabungan belum mencukupi, opsi yang terbaik adalah mencicil rumah.

Andy turut membandingkan opsi mengontrak dengan skema KPR. Dalam hal ini, ia menyarankan memilih skema KPR karena tidak menentunya sektor properti.

"Giliran barangnya ada, uangnya belum cukup. Pas uangnya ada, barangnya sudah laku," katanya. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang sudah mengincar properti tertentu, bisa memilih skema KPR.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT