ADVERTISEMENT

Bucin Sih Boleh Aja, Tapi Jangan Kasih Akses ATM ke Pacar Juga Kali...

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 27 Agu 2022 15:00 WIB
Close-up of hand entering PIN/pass code for a money transfer, on a ATM/bank machine keypad outside
Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix
Jakarta -

Belakangan sempat viral di jagat dunia maya sebuah unggahan video tentang pria bucin (budak cinta) yang rela menyerahkan kartu ATM dan gajinya kepada sang kekasih. Nahasnya, hubungan pacaran yang telah terjalin selama tujuh tahun ini kandas akibat sang wanita menikah dengan pria lain.

Kisah viral ini dibagikan oleh akun TikTok @arifinlubis5, di mana video ini memperlihatkan momen si pria bucin pingsan dan ditemukan tertelungkup menghadap tanaman setelah mendengar kekasih hatinya akan segera menikah dengan pria lain.

Menanggapi perihal ini, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari menyarankan agar akses pengelolaan gaji hingga penggunaan ATM tak diberikan ke orang lain yang belum memiliki ikatan resmi.

"Menurut pandangan aku sih, kalo masih pacaran sebaiknya pengelolaan dananya masing masing saja ya. Karena kita belum memiliki ikatan resmi," ujar Tejasari kepada detikcom, Sabtu (27/8/2022).

Ia menambahkan, harta yang kita miliki sebelum menikah merupakan aset pribadi masing-masing. Dengan demikian, perlu ada kejelasan menyangkut hal tersebut agar tidak tercampur.

Lain ceritanya apabila kedua orang tersebut sudah menjalin ikatan pernikahan. Tejasari mengatakan, hal tersebut nantinya berkaitan dengan pengelolaan keuangan rumah tangga.

Sebagai dampak negatif dari memberikan akses terhadap harta pribadi kita, ia mengatakan, pahit-pahitnya kita tidak bisa menuntut uang tersebut kembali karena kitalah yang memberi akses tersebut.

"Dampak negatifnya dari memberikan gaji kita ke pacar, ya sudah terbukti itu ditinggal menikah sama orang lain, dan kita ga bisa menuntut uang kembali kan," tambahnya.

Pendapat ini juga didukung oleh Pakar Perencana Keuangan Andy Nugroho. Menurut Andy, akan sangat sulit untuk menuntut uang kembali karena sang pemilik lah yang memberikan akses secara langsung. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membuat rekening terpisah yang diperuntukan untuk pasangan.

"Misalnya kita punya pacar, dan kita istilahnya mau memberikan uang bulanan dan sebagainya. Baiknya kita punya satu rekening baru yang ditujukan untuk dia. Jadi dibedakan dengan uang sehari-hari yang kita pergunakan," ujar Andy.

Dengan kata lain, Andy menjelaskan, kita perlu memisahkan rekening keperluan sehari-hari kita dengan peruntukan pasangan tersebut agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Apabila hal yang tidak diinginkan terlanjur terjadi, Andy menyarankan untuk ambil tindakan blokir kartu ATM dan mengganti PIN.

"Tapi kalau udah sering disalahgunakan dan nggak bisa diberi pengertian, ya ganti aja PIN ATM-nya dan kartunya di tarik," ujar Andy.

"Kalau mungkin sudah sedemikian percaya dan sayangnya, kemudian ditinggal nikah dan ATM nggak dibalikin lagi, bisa aja lapor ke bank. Oh kartu ATM saya hilang, jadi bisa minta diblokir dan punya kartu baru," tambahnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT