ADVERTISEMENT

Perlukah Dana Darurat? Sedangkan Hidup Tidak Selalu Darurat! (Bagian 1)

Muhamad Mirzan Hasan Bisri - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 07:15 WIB
Ilustrasi keuangan atau utang
Foto: Getty Images/iStockphoto/pcess609
Jakarta -

Banyak orang mengartikan dana darurat artinya adalah dana yang harus tersedia ketika ada situasi darurat terjadi, maka dana tersebutlah yang harus dikeluarkan. Biasanya orang menganggap dana darurat tidak begitu penting dimiliki karena bisa memotong porsi investasi maupun kebutuhan hidup keluarganya.

Keluarga yang menganggap Dana Darurat tidak begitu penting dikarenakan sudah memiliki asuransi ternyata itu merupakan kesalahan mendasar dalam pedoman perencanaan keuangan. Padahal asuransi hanya dapat digunakan atau claim ketika seseorang sakit tagihan sesuai kebutuhan rumah sakit dan sesuai dengan ketentuan polis, sedangkan dana darurat tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat seputar kondisi kesehatan seseorang.

Jika dilihat pada gambar piramida perencanaan keuangan diatas Dana Darurat ternyata terdapat pada bagian pondasi dalam susunan kerangka perencanaan yang ideal. Jika ditelaah Dana Darurat dan Arus Kas yang positif (Surplus) telah terpenuhi maka seseorang berhak untuk naik kepada tahap selanjutnya seperti memiliki asuransi sebagai aksi proteksi dan manajemen risiko, dan selanjutnya fokus dalam menentukan dan memperhitungkan tujuan keuangan melalui Investasi.

Kejadian darurat yang dimaksud seperti misalkan dalam perjalanan seseorang mengalami aki (accu) mobil yang tekor/ mati atau ban mobil pecah, maka peran dana darurat perlu dipertimbangkan sebagai sarana menggani kompenen aki tersebut, karena tidak mungkin seseorang telah memperkirakan kejadian tersebut akan terjadi esok hari. Dikarenakan seseorang hanya menyisakan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan tidak mempunyai budget khusus untuk perbaikan ban pecah dan aki mobil, maka dana darurat yang sementara akan menutupi kebutuhan tersebut.

Peran yang lebih penting dari dana darurat adalah sebagai pengganti pemasukan yang diakibatkan dari terhentinya aliran income atau pemasukan / gaji para pekerja. Misalkan terdapat satu keluarga memiliki pemasukan hanya dari seorang ayah yang bekerja. Suatu hari sang ayah terkena imbas Covid-19 dan terpaksa harus di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Maka dari itu dana darurat sangat dipentingkan dalam hal ini dalam mengganti pemasukan yang hilang sementara, sembari sang ayah mencari pekerjaan penggantinya. Namun setelah mendapatkan pekerjaan pengganti dan mendapatkan gaji seperti semula, maka diharuskan untuk kembali mengisi kantong dana darurat sesuai kaidah yang sudah ditentukan.

Lalu seberapa besar dana darurat yang harus dimiliki? Akan dibahas di artikel berikutnya.



Simak Video "Cara Simpel Hitung Dana Darurat Menurut Perencana Keuangan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT