ADVERTISEMENT

Dunia Dibayangi Inflasi Tinggi, Investasi Apa yang Masih Bikin Cuan?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 14:14 WIB
Ilustrasi Investasi
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Ekonomi dunia kini mulai bangkit dari tekanan pandemi COVID-19. Namun, kini masih harus menghadapi tingginya inflasi dan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi akibat kenaikan suku bunga.

Tak cuma itu ada juga risiko seperti energi dan makanan yang juga tertekan karena lemahnya daya beli masyarakat. Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso mengungkapkan meskipun volatilitas pasar global saat tinggi, kondisi ekonomi Indonesia lebih tangguh.

"Baik pasar modal hingga rupiah masih bisa bertahan di tengah sentimen global yang terjadi," kata dia dikutip Jumat (23/9/2022). Karena itu dibutuhkan solusi investasi yang mendukung kebutuhan di segala kondisi.

Bank BTPN dan PT BNP Paribas memiliki produk untuk reksa dana pasar uang, BNP Paribas Prima II dan BNP Paribas Prima USD untuk reksa dana pendapatan tetap, dan BNP Paribas Pesona untuk reksa dana saham.

Sementara itu, bagi nasabah yang ingin masuk ke pasar saham global, Bank BTPN juga menyediakan reksa dana saham syariah berbasis efek luar negeri yaitu BNP Paribas Cakra Syariah USD yang fokus berinvestasi ke pasar saham di negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang dan menerapkan proses pemilihan saham menggunakan filter ESG (Environment, Social, and Governance).

Saat ini kenaikan harga komoditas seperti batu bara menguntungkan Indonesia sebagai negara net-exportir komoditas. Walaupun di saat yang sama, kita juga merupakan negara net-importir minyak sehingga mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang mengakibatkan gejolak inflasi.

Lebih lanjut terkait prospek mata uang, pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS relatif stabil dibandingkan dengan mata uang asing lainnya. Priyo meyakini bahwa Rupiah yang stabil berkontribusi positif pada aliran portofolio karena investor asing dapat lebih fokus pada fundamental perusahaan karena dampak volatilitas mata uang dalam portofolio mereka menjadi lebih kecil.

"Di tengah kondisi ekonomi yang kian dinamis ini, PT BNP Paribas AM memilih untuk fokus pada investasi jangka panjang. Yang terpenting bagi kami adalah agar investor memahami kebutuhan dan bagaimana mencari momentum yang relevan dengan kondisi pasar. Hal ini kami wujudkan salah satunya melalui kerjasama kami dengan Bank BTPN untuk memperluas akses terhadap solusi investasi yang tepat," ujar Priyo.

Head of Wealth Management Business Bank BTPN Helena mengatakan secara fundamental, ekonomi Indonesia saat ini masih memiliki peluang dan prospek yang sangat baik ke depannya.

"Kita bisa melihat adanya data pertumbuhan PDB, aktivitas ekspor terutama komoditas energi, pendapatan negara yang terus berkembang dan ruang kebijakan yang masih luas, meskipun terdapat beberapa hal yang patut diwaspadai dalam berinvestasi di sisa akhir tahun 2022. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk terus aktif memantau kondisi ekonomi dan pasar saat ini," ungkap Helena pada kesempatan yang sama.

Helena juga menegaskan untuk tetap berinvestasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi agar tetap aman dan dapat mengatur portofolio investasi dengan sesuai. "Pembagian investasi ini harus dibarengi dan disesuaikan dengan profil risiko kita, guna menemukan strategi investasi terbaik guna mencapai tujuan investasi kita."

Strategi investasi yang bisa dilakukan investor di tengah masih adanya ketidakpastian, khususnya pada triwulan IV tahun 2022 yakni dengan melakukan diversifikasi dalam investasi pada beberapa kelas aset sebagai langkah memitigasi risiko. Pembagian porsi bisa dilakukan ke beberapa jenis investasi sesuai dengan profil risiko investor seperti pasar uang (deposito, reksa dana pasar uang), obligasi (obligasi pemerintah, reksa dana pendapatan tetap), dan saham (efek saham, reksa dana saham).

"Kami berharap, hadirnya produk investasi ini semakin melengkapi produk wealth management guna menyediakan kebutuhan investasi dalam segala kondisi, yang sejalan dengan visi dan komitmen perusahaan untuk senantiasa memberikan layanan menyeluruh kepada nasabah di seluruh Indonesia," ujar Helena.



Simak Video "Jokowi Sentil Daerah yang Inflasinya Tinggi: Hati-hati!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT