Konsultasi Keuangan
Membuka Bisnis Online
Senin, 14 Mei 2007 09:49 WIB
Jakarta - Saya sudah hampir 2 tahun ini membuka bisnis online yaitu penjualan secara online produk berkualitas dari Amerika Serikat (AS). Kebetulan di luar negeri produk ini sangat meledak, dan kebetulan saat ini saya tinggal di daerah yaitu di Yogya.Dalam 2 tahun itu di data statistik kunjungan kami cukup bagus dan mengalami peningkatan saat ini masih masuk rating 3 di Google Rank. boleh dibilang tiap bulan baru rata-rata 2.000-an orang berkunjung ke web kami, namun penjualan tidak sampai 1% dari jumlah kunjungan perbulan.Pertanyaan saya :1. Bagaimana memperoleh kepercayaan dari masyarakat tentang bisnis transaksi online menyangkut pembayaran dan sebagainya, mengingat yang sudah isi form order juga banyak, tetapi yang sampai transaksi pembayaran masih sangat sedikit, selama ini kami masih memakai sistem transaksi via banking dengan trasfer aja.2. Bagaimana cara mem-follow up penjualan selama ini kami hanya via email. Apakah perlu via telepon juga ?Terima kasih atas bantuannnya untuk menjawab pertanyan saya.Jawaban :Sdr. Andre, senang sekali mendengar bahwa anda sedang menggeluti suatu bidang yang banyak didambakan, berbisnis melalui internet. Dan anda cukup berhasil di bidang ini. Sekali lagi selamat.Untuk berbisnis online yang seperti yang anda lakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan.Setiap bisnis pasti memiliki business cycle. Di saat tertentu suatu jenis bisnis pasti mengalami perkembangan dan akan mencapai puncaknya pada titik tertentu. Setelah itu perkembangan bisnis akan mengalami penurunan sampai titik terendah, sebelum akhirnya meningkat lagi. Anda perlu mempersiapkan diri saat bisnis anda sedang mengalami peningkatan apalagi saat mengalami penurunan.Kepercayaan masyarakat masih minim terhadap bisnis online. Ada banyak alasan mengapa kepercayaan masyarakat masih minim, salah satu alasannya adalah belum stabilnya jaringan internet di Indonesia. Atau masyarakat Indonesia masih menyukai jual beli barang dengan bertatap muka (lihat kegiatan jual beli di pasar tradisional yang masih banyak diminati orang). Tetapi jangan pesimis terlebih dahulu, beberapa maskapai penerbangan sudah memberlakukan pembelian tiket secara online, dan banyak diminati oleh calon pengguna maskapai penerbangan tersebut. Anda bisa belajar dari maskapai penerbangan ini.Follow up melalui telepon perlu. Seperti yang ditulis di atas bahwa masyarakat masih menyukai proses jual beli dengan bertatap muka, maka follow up yang mengarah ke proses tatap muka perlu dilakukan. Urutannya adalah sebagai berikut. Jika melalui email masih kurang berhasil, maka kita bisa mencoba dengan telepon atau fax. Jika masih kurang berhasil, maka tatap muka langsung dengan pelanggan perlu dilakukan juga.Dari sisi perencanaan keuangan, pemisahan antara keuangan bisnis dan keluarga harus dilakukan. Apakah bisnis anda memiliki laporan keuangan secara reguler? Jika belum, lakukan sekarang juga, agar perkembangan bisnis anda terlihat lebih jelas.Selamat mengembangkan bisnis online.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
(qom/qom)











































