Mempersiapkan Tabungan Anak

Konsultasi Keuangan

Mempersiapkan Tabungan Anak

- detikFinance
Selasa, 12 Jun 2007 09:12 WIB
Jakarta - Saya seorang ibu dengan dua putra yang berusia empat dan enam tahun. Saat ini saya selalu menyisihkan Rp 300.000 untuk tabungan pendidikan. Selain itu, ada juga asuransi pendidikan sebesar Rp 450 ribu yang saya bayar setiap tiga tahun. Baik tabungan maupun asuransi tersebut merupakan produk dari Bumiputera. Namun saya sanksi apakah tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan itu bakal cukup untuk membiayai pendidikan anak saya sampai perguruan tinggi nanti.Pertanyaan: a. Apakah dana yang sudah saya sisihkan itu kira-kira mencukupi?b. Bagaimana cara menghitung dana pendidikan untuk anak-anak saya hingga pendidikan tinggi ? Saya asumsikan anak saya nanti akan bersekolah di Universitas Negeri.c. Bagaimana cara memilih tabungan dan asuransi pendidikan yang baik? Saya sering mendengar ada perusahaan asuransi yang berusaha membuat nasabahnya default sehingga tidak perlu membayar kepada nasabahnya.Terimkasih - MariaJawabanMenurut saya Ibu merupakan contoh dari orang tua yang bertanggungjawab atas masa depan anak-anak. Memang pendidikan adalah suatu warisan yang mempunyai manfaat yang sangat berguna bagi kehidupan anak-anak di masa mendatang. Pengaruh globalisasi yang akan datang semakin cepat berakibat akan banyak orang-orang dari seluruh penjuru dunia untuk mencari lapangan pekerjaan di negara ini. Tingkat persaingan kerja akan semakin ketat dan persyaratan kerja menjadi semakin tinggi. Upaya yang Ibu lakukan untuk menabung bagi masa depan pendidikan anak sudah menjadi suatu langkah positif dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. a. Namun seperti Ibu khawatirkan maka sayang sekali nilai tabungan tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan dana pendidikan yang dibutuhkan. Apalagi kita tahu bahwa kenaikan inflasi biaya pendidikan sangat tinggi ditambah dengan nilai tukar rupiah kita yang masih sangat rapuh, rendahnya kualitas kurikulum pendidikan di Indonesia dan rendahnya tingkat pendapatan akan berdampak pada peningkatan biaya pendidikan yang sangat signifikan di masa mendatang.b. Langkah pertama untuk menghitung dana pendidikan adalah dengan menghitung sisa waktu yang tersedia sejak saat ini hingga nanti si anak akan masuk ke jenjang pendidikan yang diinginkan. Jika Ibu berkeinginan untuk menyediakan dana untuk kuliah maka dari usia anak-anak Ibu saat ini berarti Jangka Waktu yang tersedia untuk periode menabung adalah 12 tahun dan 14 tahun (dengan asumsi usia masuk kuliah 18 tahun dengan usia masuk SD 7 tahun). Kemudian kita coba cari tahu berapa biaya yang dibutuhkan seperti melanjutkan pendidikan dari beberapa Universitas Negeri yang diinginkan pada saat ini. Kita harus mengetahui total biaya yang dibutuhkan seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah dan mungkin juga biaya hidup jika ternyata harus tinggal di tempat berbeda dengan orang tua. Dari sini kita akan memperoleh beberapa biaya total dana pendidikan berdasarkan pilihan universitasnya. Tapi jangan lupa bahwa itu adalah biaya yang dibutuhkan berdasarkan kondisi saat ini. Jadi langkah berikutnya adalah melakukan perkiraan atau estimasi berapa peningkatan dana pendidikan akibat dari inflasi maupun hal-hal lainnya. Kita bisa coba bertanya kepada pihak universitas berapa biaya yang mereka bebankan kepada mahasiswa pada tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata peningkatan biaya pendidikan bisa kita peroleh dari informasi ini.Sedangkan peningkatan biaya hidup mahasiswa bisa kita perkirakan dari rata-rata tingkat inflasi dalam beberapa tahun terakhir (misalnya 5 tahun). Langkah terakhir adalah menghitung nilai masa depan (12 atau 14 tahun) dari biaya pendidikan (saat ini). Dengan faktor peningkatan biaya menggunakan asumsi rata-rata peningkatan biaya kuliah dan rata-rata peningkatan biaya hidup. Memang ini bukan merupakan suatu jaminan bahwa nilainya akan tepat seperti hitungan kita, tetapi nilai ini kemungkinan besar akan mendekati nilai sebenarnya sesuai kenyataan di masa mendatang.Caranya adalah dengan menentukan produk investasi yang paling cocok untuk membantu Ibu mewujudkan keinginan menyediakan dana pendidikan yang cukup untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri. Beberapa hal yang patut Ibu pertimbangkan adalah jaminan ketersediaan dana pada saat waktunya nanti dibutuhkan. Selain itu berapa besar tingkat pengembalian atau bunga investasi yang ditawarkan. Apakah tingkat bunga investasi tersebut dijamin atau hanya asumsi atau ekspektasi saja. Juga manfaat proteksi jiwa atas diri penabung (dalam hal orang tua yang menghasilkan pendapatan keluarga), jika terjadi sesuatu pada penghasil pendapatan sehingga mengganggu arus pendapatannya yang dapat berakibat macetnya kelangsungan menabung.Dilihat juga reputasi dari perusahaan itu sendiri (bisa dilihat dari laporan keuangan yang biasanya disajikan di media dan mencari informasi dari pemerintah atau departemen keuangan serta melihat nilai RBC (rasio kecukupan modalnya) untuk menjamin klaim yang timbul.Selain itu juga mencoba bertanya pengalaman baik positif atau negatif yang pernah dialami oleh teman, sanak keluarga atau dari media. Metode ini bisa Ibu terapkan pada jenis produk tabungan maupun asuransi. Kemudian Ibu bisa melakukan suatu perbandingan dengan tujuan produk mana yang paling memberikan keuntungan bagi keluarga Ibu dalam upaya mewujudkan Impian Ibu. TerimakasihRisza Bambang - Shildt Financial Planning (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads