Peluang Bisnis Program Konversi

Konsultasi Keuangan

Peluang Bisnis Program Konversi

- detikFinance
Senin, 03 Sep 2007 09:15 WIB
Jakarta - Pertanyaan:Dengan maraknya program konversi minyak tanah ke elpiji, saya melihat bisnis ini sangat berprospek. Dan saya berniat ingin membuka usaha penjualan elpiji dirumah saya di Jakarta Selatan. Saat ini modal yang saya miliki sebesar Rp 10 juta.a. Apakah modal ini cukup? b. Elemen apa saja yang harus dimasukkan dalam perhitungan modal membuka usaha ini?c. Bagaimana syarat yang diperlukan untuk menjadi agen/distributor gas? d. Mengingat program ini bersifat jangka panjang, apa saja risiko yang harus saya hadapi?Jawaban: Senang sekali mengetahui rencana Ibu untuk membantu usaha Pemerintah melakukan program Konversi minyak tanah menjadi gas elpiji. Walaupun ini sebuah murni bisnis, namun mengandung suatu misi yang bersifat mulia untuk masa depan bangsa Indonesia.A. Untuk menghitung modal suatu bisnis maka kita harus membuat proyeksi keuangannya dengan mempertimbangkan dan mengkalkulasi seluruh faktor-faktor yang terlibat di dalamnya seperti 1. Berapa revenue yang diharapkan2. Berapa tenaga karyawan yang dibutuhkan3. Berapa gaji karyawan4. Biaya operasional per bulan; listrik, telpon, air, alat tulis, dll5. Biaya penyediaan tempat usaha6. Biaya perizinan dan lingkungan7. Berapa dana untuk pengadaan barang produk9. Biaya promosi10. Biaya perlengkapan kerja dan furniture11. Biaya pajak12. Seluruh biaya lainnya yang terkait.B. Faktor pembentuk modal sudah dijelaskan di atas. Metode penghitungan bisa dilakukan dengan jangka waktu minimal tertentu misalnya 1 tahun, atau mencari titik Break Event Point (BEP) dengan cara membandingkan total biaya dengan proyeksi revenue/pendapatan. Kelebihan metode ini bisa menentukan kapan bisnis bisa berjalan dengan pendanaan mandiri yang berasal dari hasil pendapatannya.C. Kami merekomendasikan agar Ibu menghubungi pihak Pertamina untuk mengetahui Persyaratan menjadi agen penjual. Dapatkan informasi langsung dari bagian yang bertanggungjawab dan berwenang dalam keterkaitan bisnis ini. Janganlah dilakukan melalui pihak perantara atau broker atau calo walaupun mereka mengaku dari pihak yang punya otorisasi sekalipun, apalagi jika mereka berasal dari pihak luar atau pihak lainnya.D. Banyak Risiko yang mungkin terjadi, diantaranya :1. Risiko Kebakaran atau Produk Meledak2. Risiko Kerusakan Tabung Gas3. Risiko Bencana Alam4. Risiko Karyawan berbuat kriminal atau korupsi5. Risiko Kriminal dari pihak luar; Maling, Rampok dan Pencurian6. Risiko Kerusakan/Pemeliharaan Ruangan Tempat Usaha7. Risiko Kerusakan/Pemeliharaan Alat Kerja, Furnitur8. Risiko Biaya Operasional yang di atas Anggaran 9. Risiko Lemahnya Pengawasan Operasional Bisnis, Keuangan dll10. Risiko Penerimaan Lingkungan atas Bisnis11. Risiko Kesalahan Kalkulasi Bisnis12. Risiko Pemasaran, dll.Selamat berbisnisRisza Bambang-Shild Financial Consulting (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads