Direktur Investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Alvin Pattisahusiwa mengatakan, dengan menyisihkan minimal hanya 10% dari penghasilan, investor bisa memulai investasi di reksadana saham.
"Bagaimana mulai berpikir menghadapi inflasi ke depan. Tabungan dan deposito pastinya tergerus inflasi. Sebaliknya reksadana saham justru imbal hasilnya di atas inflasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk deposito yang imbal hasilnya rata-rata 6% per tahun, dengan menempatkan uang sebesar Rp 15 juta, seseorang sudah bisa menghasilkan tambahan pendapatan sebesar Rp 14 juta selama 5 tahun ke depan.
Namun, perolehan imbal hasil tersebut akan jauh lebih besar apabila seseorang menempatkan dananya misalkan sebesar Rp 15 juta pada instrumen reksadana saham. Dengan imbal hasil rata-rata mencapai 20% per tahun, seseorang bisa mendapatkan tambahan keuntungan sebesar Rp 61 juta.
"Masyarakat perlu edukasi dalam mengenal pasar modal untuk investasi jangka panjang. Investor dapat return lebih tinggi. Caranya cukup mudah dengan cara investasi pasif, beli dan tiap tahun masukin lagi kemudian diamkan," terangnya.
"Masyarakat perlu edukasi dalam mengenal pasar modal untuk investasi jangka panjang. Investor dapat return lebih tinggi. Caranya cukup mudah dengan cara investasi pasif, beli dan tiap tahun masukin lagi kemudian diamkan," terangnya.
(dnl/dnl)










































