Tips Pilih Reksa Dana di Tengah Wabah Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 20:00 WIB
Ilustrasi Reksa Dana
Foto: Dok Bank Mega
Jakarta -

Ekonomi Indonesia tahun ini seharusnya memasuki siklus ekspansi setelah sebelumnya mengalami masa yang berat. Tapi takdir berkata lain, ekonomi RI tengah merana akibat COVID-19.

Meningkatnya angka kasus terinfeksi virus corona di Indonesia serta korban jiwa yang terus naik, telah mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pencegahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dampaknya aktivitas perekonomian pun terhambat sebagai akibat dari terbatasnya ruang gerak masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi permintaan konsumen.

Kondisi ini juga membuat pasar keuangan Indonesia bereaksi negatif. Sampai dengan 7 April 2020, terjadi dana asing keluar di pasar saham maupun obligasi cukup signifikan. IHSG mencatatkan pertumbuhan negatif 24%, begitu juga dengan pasar obligasi dimana yield untuk obligasi 10 tahun mengalami peningkatan hingga 8,1% (yield berbanding terbalik dengan harga obligasi). Hal yang sama juga terjadi di nilai tukar.

"Dalam merespon kondisi yang berkembang, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi antara lain, mempertahankan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo di level rendah, yaitu 4,50 % dan intervensi tidak terbatas untuk menjaga stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia serta peningkatan anggaran belanja negara hingga IDR 405 T untuk menangani kasus corona oleh Pemerintah," kata Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P. Tamba dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2020).

Dengan kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak COVID-19.

Namun demikian, Bank Indonesia menyampaikan dalam siaran persnya, seiring dengan penurunan ekonomi global dan penyebaran COVID-19 di dalam negeri akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan sebesar 2,3 % secara keseluruhan di tahun 2020.



Simak Video "Modal Ceban Sudah Bisa Jadi Investor Reksadana Loh"
[Gambas:Video 20detik]