Mengintip Potensi Pasar Reksa Dana Syariah Offshore

Soraya Novika, Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 16:04 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Ada beragam jenis reksa dana. Salah satu yang mungkin masih asing di telinga investor retail adalah jenis reksa dana syariah offshore.

Mengutip Peraturan OJK No 19/POJK.04/2015, reksa dana syariah offshore merupakan pengelolaan investasi reksa dana untuk efek luar negeri dengan komposisi minimal 51% dari NAB (nilai aset) yang akan diinvestasikan pada efek syariah luar negeri, kemudian dimuat dalam daftar efek syariah tersebut dan maksimal 49% dari NAB (nilai aset) yang akan diinvestasikan pada efek syariah dalam negeri.

Salah satu manajemen investasi yang turut menawarkan reksa dana syariah offshore adalah PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi). Jenis reksa dana satu ini sepanjang masa awal pandemi lalu mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Bahkan, tren pertumbuhannya berlanjut sampai awal 2021 ini.

"Untuk reksa dana saham yang berinvestasi di offshore market itu juga pertumbuhannya cukup baik di 2020, ini juga kita lihat para investor melakukan diversifikasi dari portofolio mereka ke luar dan kebetulan juga market di luar juga reli ya di tahun 2020 terutama di semester 2 kemarin," ungkap Direktur Pemasaran dan Produk PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Endang Astharanti dalam konferensi pers Market Outlook bertema Establishing Our Sovereignty: To The Next Frontier in Investment secara virtual, Rabu (10/3/2021).

"Di 2021 di awal tahun ini kita banyak mendapatkan subscription dari reksa dana saham masih reksa dana saham yang offshore," sambungnya.

Lalu, bagaimana potensi reksa dana syariah offshore ini ke depan? Apakah masih layak dipilih jadi aset investasi para investor retail?

Menurut Chief Investment Officer at Mandiri Investasi Ali Yahdin (Adi) Saugi instrumen investasi satu ini masih akan menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2021 ini.

"Menurut kami pasar offshore masih tetap akan menarik ya, terutama driver-nya mungkin dari US market di mana dari mulut Joe Biden sudah di-improve dan kemarin sudah, detailnya lebih banyak lagi sebesar US$ 1,9 triliun (stimulus) dan ini tentunya menjadi salah satu area investment buat di offshore syariah market kita," katanya.

Namun, menurut Adi pertumbuhannya tahun ini mungkin tak akan setinggi saat masa awal pandemi 2020 lalu. Tahun ini, trennya mungkin agak melandai.

"Mungkin setelah growth yang cukup tinggi tahun lalu mungkin tahun ini akan sedikit melandai tapi kita melihat ini adalah multi years growth story karena dari sisi likuiditas masih cukup bagus," katanya.

Apalagi banyak negara sudah memulai program vaksinasi dan beragam sentimen positif lainnya di luar negeri, tentu akan membawa pengaruh positif bagi instrumen investasi satu ini.

"Juga ekspektasi dari growth ini seharusnya dengan adanya vaksin stimulus dari pemerintah globally dan juga dari The Fed yang juga masih cukup doubles ya, jadi kita lihat pasar offshore ini masih memberikan kompetitif yang cukup baik," timpalnya.

Tonton juga Video: Kini Menjajal Investasi Reksa Dana Syariah Semakin Mudah

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)