Berhari-hari Harga Emas Turun Terus, Waktunya Beli?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 09 Mei 2022 07:31 WIB
Petugas Pegadaian Kebayoran Baru memperlihatkan emas, Jakarta, Senin (14/2/2022). Harga emas batangan Antam pecahan 1 gram di PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Senin (14/2/2022), dibanderol seharga Rp 991.000 atau tidak berubah dibandingkan sehari sebelumnya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Penurunan harga emas terjadi dalam rentang waktu yang terbilang cukup panjang. Meski begitu, minggu ini diyakini menjadi waktu bagi komoditas berkilau tersebut untuk berbalik arah. Apakah ini waktunya untuk membeli emas?

Melansir Kitco, Minggu (8/5/2022), harga emas berjangka Comex Juni pada penutupan Jumat kemarin berada di level US$ 1.883. Angka itu turun 1,6% secara mingguan dan turun 2,19% secara bulanan.

Penurunan harga emas dunia sendiri tercermin dalam harga emas keluaran Antam 24 karat yang juga terus mengalami penurunan. Pada posisi perdagangan sebelum libur Lebaran atau pada 28 April 2022 harga emas Antam turun Rp 6.000/gram dan berada di level Rp 975.000 per gram.

Jika dilihat dari grafiknya, harga emas Antam mengalami penurunan sejak 18 April 2022 yang saat itu berada di level Rp 1.010.000 per gram. Keesokan harinya turun ke level Rp 1.007.000 per gram.

Penurunan pun berlanjut ke posisi Rp 995.000 per gram. Lalu terus mengalami penurunan hingga level Rp 975.000 per gram.

Salah satu penyebab penurunan harga emas adalah perubahan kebijakan terbaru oleh bank sentral AS, Federal Reserve. The Fed memiliki salah satu pengumuman yang paling dinanti seluruh pasar pada minggu kemarin, yakni suku bunga acuan dengan menaikkannya setengah poin persentase pada Rabu (4/5).

Ada likuidasi besar-besaran aset berisiko dalam perdagangan pasca pengumuman The Fed. Banyak investor beralih ke uang tunai. Meski begitu penting untuk diingat bahwa emas bertahan dengan cukup baik mengingat seberapa tinggi kenaikan dolar AS.

"Penurunan memberikan ruang bagi emas untuk kembali naik. Ditambah lagi, indeks dolar AS sudah mendekati puncak. Itu akan bagus bagi emas karena membentuk lingkungan makro ekonomi yang menguntungkan bagi logam mulia," kata Analis Senior OANDA, Edward Moya dilansir dari Kitco News.

Emas menurut Moya masih menjadi instrumen karung investasi demi menghindari risiko di instrumen lainnya untuk beberapa waktu ke depan. Dia yakin sampai indeks dolar AS mengalami penurunan, emas masih memiliki peluang. Meskipun perlu diingat harga masih akan mengalami volatilitas.

"Jika kita terus melihat penghindaran risiko di seluruh ekuitas dan jika apresiasi dolar tidak sekuat yang biasa kita lihat, emas akan mulai stabil. Masih ada risiko besar bahwa kita bisa melakukan pergerakan besar lainnya dalam obligasi. Emas masih bisa rentan terhadap aksi jual besar terakhir sebelum semuanya berakhir," jelasnya.

Prediksi emas minggu depan ada di halaman berikutnya



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]