Saham Properti Masih Patut Dilirik saat Sederet Perusahaan Pailit?

ADVERTISEMENT

Saham Properti Masih Patut Dilirik saat Sederet Perusahaan Pailit?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 10 Okt 2022 07:00 WIB
Ilustrasi Proyek Properti
Foto: Ilustrasi Proyek Properti (Istimewa)
Jakarta -

Pailitnya sejumlah emiten properti memberikan sentimen negatif pada saham-saham sektor properti. Hal ini akan membuat pelaku pasar akan semakin selektif untuk memilih saham.

Sebagaimana diketahui, tiga emiten di sektor properti dinyatakan pailit. Emiten itu yakni PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), PT Cowell Development Tbk (COWL) dan PT Hanson International Tbk (MYRX).

"Hal ini tentunya membuat pelaku pasar kian selektif memilih saham-saham properti mana aja yang masih memiliki kinerja fundamental yang baik dengan GCG yang benar," kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada kepada detikcom, Jumat (7/10/2022).

Dia menerangkan, secara umum saham-saham properti tergantung dari sentimen dan kondisi lapangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, relaksasi pajak direspons positif oleh pelaku pasar.

"Atau sentimen lain, misal, meski suku bunga acuan naik tapi KPR nggak naik sehingga daya beli rumah tetap ada. Nah, ini bisa jadi sentimen positif juga, atau sebaliknya, kalau ada sentimen negatif maka berimbas pada penurunan saham-saham properti secara umum," paparnya.

Meski demikian, ia menilai sejumlah saham emiten properti masih memiliki prospek yang baik antara lain PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA).

Sementara, Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan, pailitnya ketiga perusahaan tersebut bukan karena kondisi pasar. Namun, karena masalah internal perusahaan.

"Kepailitan ketiga pengembang ini lebih disebabkan karena masalah keuangan internal perusahaan. Artinya bukan karena kondisi pasar properti saat ini," jelasnya.

Ia pun mengatakan, sektor properti dalam tahap pemulihan. Ia menambahkan, saham-saham perusahaan properti mulai naik yang menjadi tanda adanya peningkatan penjualan dan laba.

"Dan saya perkirakan kenaikan tingkat penjualan dan laba ini akan terus meningkat di kuartal III dan IV tahun ini. Salah satu pendorongnya adalah pertumbuhan PDB kuartal I dan II rata mencapai 5,3 %. Dan ini masih akan berlanjut di kuartal III dan IV pada tahun ini," sambungnya.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT