Jawaban:
Bapak Anwar, terima kasih atas pertanyaannya. Pengaturan keuangan untuk penghasilan idealnya dialokasikan sebagai berikut:
- 50% - 60% untuk biaya hidup bulanan.
- 20% untuk tabungan dan investasi sesuai tujuan finansial.
- 10% untuk dana darurat.
- Maksimal 30% apabila masih ada cicilan pinjaman. Bilamana ada, maka alokasi untuk pos pengeluaran lain akan berkurang.
Dilihat dari jumlah penghasilan Anda, saya sarankan untuk melakukan investasi pada produk reksa dana. Nominal investasi untuk produk ini dimulai dari Rp 100.000. Apabila menggunakan rasio 10% dari penghasilan rutin untuk investasi, maka sisihkanlah Rp 400 ribu setiap bulan.
Untuk pilihan jenis reksa dana pun harus disesuaikan dengan tujuan finansial. Tujuan finansial itu adalah impian yang ingin Anda wujudkan dengan target jumlah kebutuhan biaya, target kapan ingin diwujudkan, serta pemilihan strategi investasinya. Contohnya, tujuan finansial untuk mempersiapkan pensiun dalam 20 tahun mendatang, maka tujuan ini sifatnya jangka panjang. Untuk tujuan jangka panjang, tantangan terbesar adalah adanya inflasi yang akan menggerus nilai uang Anda. Oleh sebab itu, pilihan jenis reksa dana pun harus yang memberikan potensi imbal hasil di atas tingkat inflasi.
Secara umum, terdapat 4 jenis reksa dana yang beredar di Indonesia, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Reksa dana pasar uang adalah jenis yang paling rendah risikonya, namun potensi imbal hasilnya pun hanya mirip dengan deposito. Dan reksa dana saham adalah yang paling tinggi risikonya, namun potensi imbal hasil sepanjang tahun setahun terakhir bisa mencapai 14%.
Nah, sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya Anda mengisi kuesioner profil risiko di agen penjual reksa dana. Sehingga, dengan memahami profil risiko serta kebutuhan tujuan finansial, Anda dapat memilih produk reksa dana yang tepat. Selamat berinvestasi. Live a Beautiful Life!
(dnl/dnl)