Ruang Kantor Sewa Jakarta Bertambah 6.000 Meter Persegi

Ruang Kantor Sewa Jakarta Bertambah 6.000 Meter Persegi

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2010 13:18 WIB
Ruang Kantor Sewa Jakarta Bertambah 6.000 Meter Persegi
Jakarta - Jumlah pasokan ruang perkantoran sewa di Jakarta pada triwulan III-2010 bertambah hingga 6.000 meter persegi. Pasokan perkantoran berasal dari Graha 18 Tower A di kawasan SCBD.

Dengan demikian, pasokan perkantoran sewa di Jakarta meningkat 0,10% (secara quarter to quarter) menjadi 6,14 juta meter persegi.

Demikian Survei Perkembangan Properti Komersial untuk triwulan III-2010 yang dikutip detikFinance dari situs BI, Rabu (15/10/2010). Data properti komersial ini diperoleh dari sekitar 706 perusahaan properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Banten dan 60 perusahaan di wilayah Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cakupan survei ini meliputi 5 jenis yakni pusat perbelanjaan, perkantoran, hotal dan apartemen dan lahan industri.

Survei BI memperkirakan, tambahan pasokan perkantoran sewa baru sampai akhir tahun 2010 bakal mencapai 244.750 meter persegi.

Jumlah tersebut sudah termasuk rencana tambahan stok pada triwulan IV-2010 yang sebesar 52.000 meter persegi yang berasal dari Sentral Senayan 3.

Penambahan pasokan yang diikuti dengan kenaikan permintaan terhadap ruang perkantoran itu telah mendorong tingkat hunian meningkat dari 88,47% pada triwulan II-2010 menjadi 89,89% pada triwulan III-2010.

Kenaikan juga terjadi pada tarif sewa perkantoran meskipun relatif kecil (0,49% secara qtoq) menjadi Rp 155.737 per meter persegi per bulan.

Sementara untuk pasokan ruang kantor jual juga mengalami peningkatan sebesar 84.545 meter persegi yang berasal dari penyelesaian Equity Towe di kawasan primer dan MT. Haryono Square di kawasan sekunder. Sehingga jumlah pasokan ruang kantor jual mencapai 952.442 meter persegi, meningkat 9,74% (qtoq) atau 33,35% (yoy).

Kenaikan perkantoran jual tersebut diikuti pula oleh kenaikan penjualan dan harga jual masing-masing 0,49% dan 0,72% sehingga menjadi 94,49% dan harga jual Rp 15,1 juta per meter persegi.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads