Seperti dikutip dari hasil riset Cushman & Wakefield Research, Sabtu (25/12/2010), proyek kondominium di pusat kota juga merupakan salah satu solusi terhadap makin parahnya tingkat kemacetan dan lamanya waktu perjalanan yang dibutuhkan di Jadebotabek.
"Walaupun sampai saat ini motivasi pembeli kondominium masih berimbang antara untuk investasi dan untuk ditinggali," ungkap hasil riset tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasokan kondominium mendatang kebanyakan akan datang dari kelas menengah yang mewakili lebih kurang 60% dari total pasokan mendatang. Kebanyakan penambahan tersebut akan terjadi di komplek-komplek mixed-use seperti di Kuningan City, Ciputra World, Rasuna Epicentrum, Kota Kasablanka, dan Thamrin City. Sedangkan daerah perumahan primer akan terus membidik calon pembeli kelas atas seperti yang telah terjadi pada 1-2 tahun terakhir.
Pada pasar kondominium yang cukup kompetitif saat ini, komitmen pengembang untuk menyelesaikan proyeknya secara tepat waktu dengan kualitas proyek yang sudah dijanjikan, akan menjadi sangat penting, bagi suksesnya kinerja penjualan.
Dengan menurunnya suku bunga Kredit Kepemilikan Apartemen, keinginan dari pembeli diharapkan akan terus tumbuh ditahun 2011. Proyek-proyek kondominium yang menawarkan konsep unik, fasilitas yang lengkat dan berada dilokasi yang strategis diperkirakan akan dapat menawarkan harga yang lebih tinggi.
(ang/ang)











































