Direktur Utama Bank Jabar Banten Agus Ruswendi mengatakan, pasar properti di wilayah Jabar khususnya Bandung kembali menggeliat. Ini ditunjukkan dengan semakin yakinnya perbankan lokal melakukan pembiayaan di sektor properti, khususnya kepemilikan hunian, baik residential ataupun apartemen.
"Kita mulai garap KPR di 2011, sebelumnya juga sudah ada. Tapi kita lakukan lebih. Ini seluruh Jawa Barat," jelasnya di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (11/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai tahun lalu, (penyaluran) Rp 200 miliar. Tahun ini bisa mencapai Rp 500 miliar. Apartemen kita masuk dan baru tahap awal, Rusumani banyak di Bandung," ucap Agus.
Bidik Pertumbuhan Kredit Hingga Rp 30,9 Triliun
Tidak hanya KPR yang bertumbuh, kredit keseluruhan juga diyakini bakal berkembang tahun 2011. Bahkan Bank Jabar Banten berani menargetkan penyaluran kredit mencapai Rp 30,9 triliun. Target ini naik dari pencapaian tahun lalu, yang hanya Rp 23,78 triliun, yang juga naik 21,12% dari 2009 sebesar Rp 19,63 triliun.
"Kredit 2011 sesuai RBB (Rencana Bisnis Bank) bisa Rp 30,9 triliun. Dengan penyaluran kredit, CAR menjadi 18,04%. Ini masih cukup untuk ekspansi lanjutan. Baru akan lanjutkan aksi di 2012 akhir atau 2013 awal," tambah Agus.
Laba sebelum pajak sepanjang di 2010, Bank Jabar Banten pun yakin bisa berada pada level Rp 1,3 triliun tumbuh 25% dibandingkan sebelumnya. Sementara laba bersih sekitar Rp 970 miliar.
"Sesuai RBB, (target) laba sebelum pajak 2011 Rp 1,55 triliun dengan laba bersih Rp 1,167 triliun. Net Interest Income juga berada di kisaran 7%," katanya.
Sementara posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga 30 Desember 2010, mencapai Rp 31,96 triliun bertumbuh 34% dari 2009, Rp 23,71 triliun. Untuk aset per Desember mencapai Rp 43,54 triliun.
(wep/dnl)











































